Dana Desa Genjot Potensi Desa Wisata

Wisata baru Kedung Pengaron di Seloromo, Jenawi. (Foto : Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Pengembangan potensi desa wisata di Kabupaten Karanganyar dianjurkan memakai Dana Desa. Semua bidang dapat dikembangkan mulai pariwisata, peternakan, pertanian sampai kerajinan dan kuliner.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan, keuangan desa tahun ini dinilai mumpuni menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Apalagi, besaran Dana Desa tahun ini naik dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes), Dana Desa tahun 2017 Rp 133 miliar atau naik sekitar 20 persen dari tahun 2016 Rp 103,65 miliar.

“Justru dengan keuangan desa yang sekarang mencukupi. Baik itu Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa, bagi hasil retribusi pajak dan beberapa sumber lain. Sangat memungkinkan dana itu untuk mendukung pengembangan desa wisata,” katanya kepada KRjogja.com, Jumat (17/02/2017).

Di sejumlah desa, masyarakatnya tergolong kreatif menciptakan wahana baru obyek wisata. Misalnya Jembatan Selfi di Anggrasmanis, Jenawi; wisata petik buah jambu dan arung jeram mini di Ngargoyoso. Selain potensi alam, ada pula UKM kerajinan mainan anak di Gemantar, Jumantoni, batik tulis Matesih, kuliner di Kemuning Ngargoyoso, kerajinan bambu di Jatipuro hingga pembiakan sapi di Lalung Karanganyar. “Tidak melulu harus potensi alam yang didanai Dana Desa. Pengembangan lain bisa juga,” katanya.

Kebutuhan anggaran stimulan dari Dana Desa untuk pengembangan potensi tersebut tergantung masing-masing desa. Ia memastikan kebutuhan itu dapat disuplai Dana Desa mengingat infrastruktur fisik relatif sudah terkaver.

Kepala Bapermasdes Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat mengatakan sektor pemberdayaan masyarakat yang didanai Dana Desa dapat dialokasikan ke pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan peruntukan penyertaan modal. “Potensi desa itu digarap oleh BUMDes melalui para karang taruna yang kreatif mengelola potensi di desa masing-masing,” katanya.

Kegiatan itu antara lain untuk pelatihan keterampilan. Sedangkan sasaran saat ini di bidang pertanian, contohnya pengembangan beras organik. Sesuai Permendes 21 tahun 2015, Dana Desa juga dialokasikan ke pemberdayaan masyarakat kecuali pembangunan kantor desa, ops pemdes, ops pemdes, perjalanan perangkat desa dan bpd, pemilihan kades, siltap, gaji dan honor perdes. (R-10)

Tulis Komentar Anda