DIY Editor : Agus Sigit Senin, 06 Februari 2017 / 12:10 WIB

Mahasiswa UGM Sulap Daun Sukun Jadi Obat Gagal Ginjal dan Diabetes

SLEMAN (KRjogja.com) - Daun sukun selama ini mungkin hanya dianggap sebelah mata oleh masyarakat Indonesia. Bahkan pohon sukun banyak ditebang lantaran dirasa tak lagi menguntungkan dari sisi ekonomi.

Namun, ternyata siapa sangka daun sukun memiliki manfaat luar biasa dalam bidang kesehatan. Daun ini dipercaya mampu mengobati penyakit gagal jantung dan diabetes yang bahkan sudah diteliti oleh Tjandrawati dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Manfaat inilah yang kemudian coba digali kembali oleh mahasiswa UGM Suhartono bersama dua rekannya yakni Retno Wulandari dan Yunita Praptiwi. Ketiga anak muda ini membuat teh daun sukun dengan memanfaatkan potensi pohon sukun masyarakat di Purwomartani Kalasan Sleman.

Suhartono ketika dijumpai di UGM, Senin (6/2/2017) menceritakan awalnya ia hanya merasa prihatin dengan banyaknya daun sukun yang terbuang di wilayah tempat tinggalnya di Purwomartani. Padahal, ada penelitian yang sudah mengungkap manfaat luar biasa dari daun sukun ini.

"Muncul ide dari kami bertiga untuk memanfaatkan daun sukun yang banyak melimpah. Kami berpikir akan diapakan, lalu kami buat saja lebih mudah konsumsinya dengan memproduksi teh daun sukun," ungkapnya. 

Dalam daun sukun menurut Suhartono ada kandungan senyawa flavanoid, sitosterol, riboflavin, saponin, polifenol, asetilcolin dan tanin yang memiliki efek positif untuk penderita gagal ginjal, jantung dan diabetes. "Bahan-bahan ini bisa menjaga jantung dari kerusakan kardiovaskuler, bisa juga untuk menurunkan diabetes, kolesterol dan inflamasi," imbuhnya. 

Retno Wulandari menambahkan, pembuatan teh daun sukun ini terhitung sangat mudah dilakukan. "Daun hijau kita pisahkan dari tulang daun dan kemudian dijemur 3 sampai 4 hari, barulah kemudian digiling dan dioven agar benar-benar kering," ungkapnya. 

Diakui Retno, saat ini bahan baku Teh Daun Sukun didapatkan dari masyarakat sekitar yang memiliki pohon sukun di rumahnya. "Kita beli Rp 1000 per lembarnya dari ibu-ibu di Purwomartani dan kemudian kami proses hingga menjadi teh," imbuhnya. 

Teh Daun Tubruk ini kini telah mengantongi serfitikat dari Dinas Kesehatan Sleman dan MUI. Produk lokal ini dijual melalui sistem online di website www.tehdaunsukun.com dan www.tehdaunsukun.co.id. (Fxh)