Jatuh Cinta Pada Kebaya, Lisa Berhasil Wujudkan Impiannya

Impian masa kecil Elysa Dewi Anggraeni kini diwujudkan dalam desain kebaya yang cantik dan simpel. (Foto: Istimewa)

DAPAT mewujudkan cita-cita masa kecil adalah sebuah keberuntungan bagi orang yang berhasil mencapainya. Karena tidak semua orang mampu konsisten dengan impiannya sejak kecil.

Salah satu yang mampu mewujudkan cita-cita masa kecilnya adalah desainer, Elysa Dewi Anggraeni. Berawal dari keisengannya yang sering menggambar di atas kertas sejak kecil, kini dia telah menjadi desainer yang patut di apresiasi karena kesukaannya terhadap kebaya.

Lisa, sapaan kesehariannya mengaku sebelum menyukai dunia fashion, ia sering menghabiskan kertas untuk menggambar wanita yang mengenakan dress ala putri kerajaan sewaktu duduk di sekolah dasar. Hobi menggambarnya tersebut mulai berkembang, hingga menginjak bangku perkuliahan.

"Waktu SMP sampai SMA sih sedikit berkurang ya iseng gambar-gambarnya. Tapi waktu masuk kuliah hobi itu makin bergairah, mulai saat itu aku suka lagi sama fashion," ujar Lisa yang ditemui KRjogja.com di AURA RATU, workshop-nya yang terletak di Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman, Kamis (02/02/2017).

Ketika ditanya mengapa tidak mengambil jurusan fashion design, ia mengatakan bahwa sang ibu tidak menyetujui hal tersebut. Menurut beliau, jurusan tersebut kurang formal dan tidak seperti jurusan perkuliahan kebanyakan.

"Aku sempat tidak boleh menekuni dunia fashion ini. Kata beliau selesaikan dulu kuliah formalnya. Akhirnya aku selesaikan kuliah di Fisipol ini baru deh sekolah secara intensif fashion design selama enam bulan di PAPMI Yogya," ucapnya.

Tidak seperti kebanyakan desainer yang baru yang memilih desain modern dalam setiap rancangannya, Lisa lebih memilih untuk merancang kebaya Indonesia, karena ia berpikir bahwa busana tersebut banyak dikenakan wanita sebagai identitas diri.

"Orang Indonesia khususnya Jawa selalu identik dengan kebaya, dalam acara apapun, tidak acara pernikahan saja seperti graduation, prom night, atau cuma sekadar menghadiri acara pernikahan, sampai kumpul keluarga pun semuanya memakai kebaya. Apalagi kebanyakan dari kita ini jarang pakai gaun, pasti tidak ada pilihan lain selain kebaya," kata lulusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Bisnis Berkembang Dari Mulut ke Mulut

Lisa bercerita bahwa pertama kali merancang busana kebaya, ia sama sekali tidak memungut biaya yang mahal. Asalkan modal tertutup, wanita yang senang sekali bercanda itu tidak keberatan.

Dari sanalah bisnisnya semakin berkembang. Ia bercerita, semula ada seorang teman sang ibu yang akan menikahkan putrinya dan memintanya untuk mendesain kebaya pengantin. Dari pesanan busana kebaya tersebut, semakin banyak pesan yang menghampirinya dan menggunakan jasa jahitnya.

"Alhamdulillah jadi banyak pelanggan baru. Aku belum sampai ke tahap memasarkan kemana-mana, memang made by order sih. Jadi kalau ada yang pesan baru aku belanja bahan dan buat," ujar desainer dengan nama beken Liza Avisha ini.

Meski begitu ia mengaku tidak juga selalu fokus mendesain kebaya. Misalnya ada permintaan untuk menjahit gaun atau baju, Lisa dengan senang hati mengerjakannya.

Meninggalkan Karir di Perbankan untuk Mewujudkan Impiannya

Sebelumnya wanita berusia 35 tahun ini pernah bekerja di sebuah bank swasta beberapa waktu. Namun karena tidak sesuai dengan keinginannya akhirnya dia berhenti dan mulai membuka workshop dengan modal hasil menguras tabungannya.

"Haha, ya habis dari mana lagi modalnya saya dapat. Kalau minta orang tua kan malu. Jadi waktu keluar kerja tabungan saya kuras, aku mau buka usaha harus punya mesin jahit, mesin obras, alat-alat jahit, dan bahan-bahan awal membuat baju," ujar Lisa.

Dari modal yang tidak seberapa tersebut, kini Lisa bisa meraih omzet perbulannya cukup memuaskan. Tentu saja hal tersebut sangat wajar mengingat Lisa selalu menggunakan bahan pilihan berkualitas.

"Kalau ingin punya kebaya dengan desain yang bagus, range harga untuk pengerjaan pola dan ongkosnya saja sudah cukup banyak itu pun belum termasuk bahan yang diinginkan. Sedangkan kalau mau buat kebaya pendek minimal dengan harga tertentu, lalu kalau kebayanya panjang, berarti harus memerlukan bahan yang lebih banyak," jelas dia.

Itu pun harga yang menurutnya memang minimal sekali. Namun bila ingin yang lebih bagus dan hasil yang cantik, tentu agak mahal. Busana kebaya khusus buatan Lisa sudah dengan full payet di sepanjang pinggiran baju, kemudian swarovski, mutiara, dan lain-lain.

"Aku bedakan kok, antara busana pengantin dengan yang tidak. Biasanya busana yang bukan untuk pengantin, misalnya untuk graduation. Ada juga pelanggan yang minta dibuat sekalian dengan bawahannya tapi ada juga yang tidak," kata Lisa menjabarkan.

Dia menyarankan bagi yang memiliki budget minim tapi masih ingin desain hasil karyanya juga bisa. Karena ibu dua anak ini memiliki pengalaman dengan orang yang seperti itu.

Jatuh Hati Mendesain Kebaya Cantik dan Simpel

Dilihat dari desainnya, kebanyakan kebaya karya Lisa terinspirasi dari bunga-bungaan, dedaunan, dan sulur-sulur. Ia mengaku tidak terlalu suka dengan motif kotak-kotak karena cenderung kaku.

Wanita berambut panjang itu mengatakan tidak bisa dipungkiri setiap desainer perlu memperluas ide-ide dalam merancang busana. Bisa dari bermacam-macam tempat atau situasi.

"Kalau aku lihat sesuatu pasti bisa langsung jadi ide. Aku melihat dari ide desainer-desainer sebelumnya, lalu bisa dari majalah, internet, kadang-kadang wallpaper dinding bisa jadi ide. Soalnya cutting kebaya kan tidak banyak berubah kan, tetap tradisional," kata dia.

Meski tidak berbeda jauh dengan ide-ide desainer kebaya yang lainnya, yang membuat kebaya Lisa berbeda dari yang lain adalah pengerjaannya yang rapi, sederhana, namun tetap anggun.

Ia mengaku bukan tipikal desainer yang suka merancang busana dengan heboh dan motif-motif berbagai macam bentuk. Bahkan untuk pemilihan warna pun, dia selalu memilih yang cenderung natural.

"Kalau warna, aku suka yang tidak buat mata sakit, haha. Karena ada banyak desainer yang memadukan warna yang dilihatnya tidak bagus, misalkan dengan 3-4 warna dicampur dalam satu baju. Sebenarnya tidak apa-apa sih, asalkan bagus dan enak dilihat misalnya perpaduan pink dengan krem, itu masih soft," katanya diiringi candaan.

Menjadi Desainer Ternama untuk Kedua Buah Hatinya

Saat ditanya soal masa depan, wanita berparas ayu ini berharap suatu saat dia bisa mengadakan fashion show-nya sendiri. Dan juga bisa mewujudkan sebuah rumah fashion khusus kebaya.

"Sebenarnya keinginan saya tak muluk-muluk. Bisa menjadikan usaha saya lebih besar saja itu sudah happy banget. Dan kini saya juga sedang fokus untuk mengembangkan usaha ini bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Yogya untuk mengenalkan kebaya saya kepada para mahasiswi untuk dikenakan dalam acara kampus," kata dia.

Dia juga memiliki cita-cita untuk memiliki koleksi ready to wear, melihat hampir semua desainer fashion memiliki koleksi pakaian tersebut. Namun ia mengatakan itu baru rencana, dan yang terpenting semua yang telah dia lakukan saat ini diperuntukkan bagi kedua buah hatinya yang sangat dia sayangi. (*)

 

Tulis Komentar Anda