Arena Sabung Ayam di Tohudan, Bukan Judi Kelas Teri

Inilah salah satu ekor ayam jantan petarung yang dijadikan barang bukti kasus perjudian. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Berbagai fakta mencuat dari hasil penggerebekan arena sabung ayam di Kampung Kodan Rt 05/Rw VII, Tohudan, Colomadu, Sabtu (2/1/2017) lalu. Ternyata, itu bukan sekadar perjudian kelas teri.

Hal itu terindikasi dari nilai taruhan judi cukup besar, mencapai jutaan rupiah. Selain itu, geliat arena ini setiap akhir pekan mendulang pemasukan signifikan bagi pelaku. Untuk bisa menyaksikan pertarungan sabung ayam, dikenai biaya Rp 20 ribu per orang. Penonton bisa sekaligus memasang taruhan dengan pengharapan memperoleh keuntungan berlipat ganda. Semakin besar nilai taruhan, maka semakin besar pula uang yang diperolehnya jika menang. Daya tarik arena itu mengundang pehobi sabung ayam asal luar kota ikut menjajal peruntungannya.

“19 orang diamankan dari lokasi penggerebekan, 64 unit sepeda motor dan tiga mobil. Polisi juga menyita ponsel blackberry, sembilan ekor ayam jantan dan sejumlah barang lainnya termasuk uang tunai Rp 3 juta,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus perjudian di Mapolres, Kamis (2/2/2017).

Tujuh orang ditetapkan tersangka dari 19 yang diamankan dari arena sabung ayam. Para tersangka itu, lima orang berperan menjadi pemasang taruhan yakni DEK, AK, IS, AS dan HS. Sedangkan EW dan S ditetapkan tersangka dengan peran penyelenggara perjudian. Didasari hasil analisa dan evaluasi penyidikan, Kapolres menduga arena sabung ayam itu disiapkan pelaku secara matang. Lokasinya yang terpencil memungkinkan aktivitas itu jauh dari pantauan aparat kepolisian. Penyelenggara judi juga menyiapkan arena sedemikian rupa sehingga nyaman ditonton.

“Didesain mirip stadion. Hanya saja petarungnya ayam. Diperkirakan berlangsung dua bulan terakhir. Profesional dan sistemik,” jelasnya.

Terhadap pemasang taruhan dikenai pasal 303 ayat 1 ke 3e ayat 3 KUHP Jo Pasal 303 bis ayat 1 KUHP dngan ancaman pidana hukuman penjara maksimal 10 tahun. Adapun tersangka EW dan S dikenai pasal 303 ayat 1 ke 2e KUHP jo pasal 303 bis ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara. (R-10)

Tulis Komentar Anda