Asyik Bersihkan Sampah, Sepeda Koordinator JGS 'Diangkut' UPT Malioboro

Bekti bersama sepeda yang biasa ia gunakan dalam setiap aksinya bersama Jogja Garuk Sampah. (Foto: Satriyo Wicaksono)

YOGYA (KRjogja.com) - Koordinator Jogja Garuk Sampah (JGS), Bekti Maulana (19) harus berurusan dengan UPT Malioboro setelah sepeda miliknya diamankan akibat parkir sembarangan, Senin (30/01/2017) lalu.

Bekti pun menceritakan kejadian itu kepada krjogja.com, Rabu (01/02/2017). Kisahnya berawal dari usai mengawal kebersihan pawai ‘Pancasila Rumah Kita Bersama’ di Tugu Yogyakarta.

Ketika itu Bekti bersama rekan-rekan Jogja Garuk Sampah melanjutkan perjalanan ke Malioboro untuk menengok sampah di kawasan tersebut.

Namun, mendadak hujan lebat mengguyur kawasan Malioboro. Bekti pun langsung memarkirkan sepedanya di jalur lambat dan berteduh di sisi timur.

Berteduh tidak membuat Bekti bersama rekan-rekan Jogja Garuk Sampah lupa akan tujuan awalnya pergi ke Malioboro. Melihat banyaknya sampah yang berserakan, satu per satu pun mulai mereka pungut. Akibat terlalu sibuk mengambil sampah itu, membuat Bekti lupa waktu hingga akhirnya ditegur oleh Jogoboro terkait sepedanya.

“Karena melihat sampah kemudian saya punguti. Ternyata saya sudah lama banget pungut sampahnya, hingga ditegur Jogoboro,” ujarnya.

Jogoboro mendatangi Bekti untuk memberitahukan bahwa sepedanya telah diangkut ke kantor UPT Malioboro. Hal itu pun tidak terlalu diperhatikan Bekti. Tetapi setelah dilihat, termyata sepeda miliknya memang sudah tidak berada di tempat semula.

“Mas itu mas sepedanya tadi parkir di sana ya? saya pindah ke UPT, kalau ambil ke UPT,” Bekti menirukan ucapan Jogoboro yang memberitahukannya.

Sesampainya di kantor UPT Malioboro, Bekti diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya parkir sembarangan. Setelah mengetahui itu sepeda milik koordinator Jogja Garuk Sampah yang juga dipergunakan dalam setiap aksinya, Bekti hanya diminta membuat surat pernyataan biasa, tidak perlu menggunakan materai.

"Awalnya saya disuruh membeli materai untuk surat pernyataan, tapi akhirnya enggak pakai karena sama-sama membantu meringankan tugas,” imbuhnya.

Usai membuat surat pernyataan, Bekti pun meminta untuk bertemu dengan Syarif Teguh yang merupakan Kepala UPT Malioboro. Sebelumnya, Bekti selalu berkoordinasi melalui Whatsapp dengan Syarif ketika Jogja Garuk Sampah akan bergerak di kawasan Malioboro.

Dalam perbincangannya itu, Syarif justru menceritakan permasalahan-permasalahan yang terjadi di kawasan Malioboro, mulai dari pedagang dan pengamen yang sulit diatur hingga kasus pelanggaran-pelanggaran. Bahkan, Syarif juga akan mengajak berbincang Bekti diluar jam kantor untuk berdiskusi terkait permasalahan tersebut.  Namun, hingga kini Bekti belum mengetahui kapan mereka akan bertemu dan berdiskusi terkait itu.

“Ngobrol panjang lebar soal permasalahan yang ada di Malioboro, seperti pedagang dan pengamen yang susah diatur, pelanggaran-pelanggaran, bahkan saya malah diajak diskusi secara pribadi di luar jam kantor,” pungkasnya. (Mg-10)

 

Tulis Komentar Anda