Kedung Pengaron Magnet Baru Wisata Karanganyar

Seorang pengunjung selfi di Kedung Pengaron, Seloromo, Jenawi. (Foto : Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Kedung Pengaron di Dusun Banaran, Desa Seloromo, Jenawi menjadi alternatif tempat wisata alam anyar di lereng Lawu sekaligus bermanfaat bagi kesehatan. Sensasi kesegaran mandi di alirannya yang jernih dipercaya mengandung efek terapi.

Daya tarik tersebut mengundang wisatawan dari Karanganyar hingga luar kota untuk menjajal keasyikan main air di Dung Aron, demikian warga setempat menyebutnya. Dua cekungan di hulu sungainya tak pernah kering terisi air meski di musim kemarau, dengan bentuk mirip karon atau tempat menanak nasi.

Air berasa hangat terasa saat tubuh terguyur aliran dari atas justru di waktu pagi namun sensasi itu berganti ke dingin jika makin siang. Berkedalaman sedada orang dewasa, kedung di cekungan atas paling pas untuk menjajal nyali menceburkan diri. Bagi yang sekadar ingin membasuh kaki atau bermain air dapat berpuas-puas di cekungan bawah.

“Merasakan mandi di bawah pancuran seperti dipijat. Apalagi saat pagi, airnya hangat. Kalau capek-capek atau pegal, biasanya terapi ke sini,” ujar Hasto Supatmo, warga Dusun Banaran kepada KRjogja.com di lokasi kedung, Minggu (22/01/2017).

Sejak dibuka untuk umum pada akhir 2016 lalu, akses menuju Dung Aron terus ditata. Jalan kampung dari pusat keramaian menuju dusun tersebut diberi penerangan dan dilebarkan serta tersedia area parkir kendaraan roda dua.

Khusus bagi pengguna kendaraan roda empat disediakan jasa ojek dari titik angkut di pertengahan dusun karena mobil dan sejenisnya belum memungkinkan lewat di jalan tersebut. Pengunjung bakal menemui lagi jalan setapak dengan melewati sebuah jembatan sesek tepat di lokasi kedung.

“Sebenarnya ide anak-anak pokdarwis membuka Dung Aron untuk tempat wisata. Terdapat empat grojogan dari paling atas ke sini. Namun di Dung Aron saja yang memungkinkan dibuka untuk umum karena di atasnya masih terjal,” katanya.

Kepala Desa Seloromo, Jenawi, Roni Suwarno mengatakan penataan lokasi wisata anyar di desanya itu bakal bersumber Dana Desa di 2017 dengan sasaran pengerasan jalan sepanjang 500 meter. Nilainya dipasang Rp 100 juta.

“Jalan tanah itu akan dicor kemudian dilebarkan sampai 2,5 meter. Promosi dari media sosial dan radio amatir cukup membantu memperkenalkan Kedung Pengaron ke masyarakat. Bahkan pernah sampai ratusan pengunjung di tahun baru kemarin,” katanya.

Untuk pengelolaan tempat wisata anyar ini, Pemdes Seloromo menyerahkannya ke Pokdarwis setempat. Kontribusi masuk terhitung murah, hanya Rp 3 ribu per orang dan parkir roda dua Rp 2 ribu. Melihat peluang itu, warga setempat membuka warung-warung lesehan yang menawarkan kuliner tradisional seperti nasi pecel dan sate ayam di jalan setapak menuju obyek. (R-10)

Tulis Komentar Anda