Jogja Garuk Sampah Bersihkan Kawasan 0 KM

Anggota Jogja Garuk Sampah saat membersihkan Kawasan 0 KM. (Foto : Satriyo Wicaksono)

YOGYA (KRjogja.com) - Hujan deras tidak menyurutkan semangat para anggota komunitas gerakan Jogja Garuk Sampah untuk membersihkan lingkungan. Sekitar 50 anggota memunguti sampah mulai dari 0KM hingga bekas bangunan bioskop Indra lalu kembali ke selatan  dan melanjutkan hingga Taman Pintar, Rabu (19/01/2017).

Koordinator Jogja Garuk Sampah, Bekti Maulana (19) mengungkapkan, hujan yang turun bukanlah menjadi rintangan dalam menjalankan aksi kebersihan. Menurutnya, dengan hujan gerakan Jogja Garuk Sampah justru dapat menunjukkan konsistensinya dalam menjaga lingkungan kepada masyarakat.

“Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat bahwa apa yang kita lakukan ini sungguh-sungguh. Hujan pasti berlalu, kalau masih hujan aja ya jangan terus mundur," ujarnya usai menjalankan aksinya.

Meskipun telah berhasil mengumpulkan 6 trashbag sampah biasa dan 1 trashbag sampah daur ulang yang kemudian disumbangkan ke pemulung. Hal itu tidak membuat puas Jogja Garuk Sampah, rencananya gerakan tersebut akan kembali membersihkan sampah di seputaran 0 KM pada Rabu, (25/01/2017) mendatang.

Selain memungut sampah, Jogja Garuk Sampah juga mengajak masyarakat yang sedang beraktifitas di seputaran 0 KM juga turut menjaga lingkungan, setidaknya dengan membuang sampah pada tempatnya. Stiker berisi slogan kebersihan pun dibagikan kepada masyarakat guna mengingatkan akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Tadi dibagi menjadi 2 tim, selain memungut sampah kita juga melakukan edukasi kepada masyarakat. Membagikan stiker sembari menghimbau dan mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Bekti pun mengimbuhkan tentang pemilihan lokasinya kali ini. Menurutnya 0KM merupakan tempat dimulainya segala kisah tentang Yogya. Sehingga wisatawan selalu silih berganti untuk menikmati suasananya. Atas dasar itulah, Jogja Garuk Sampah memilih 0KM dalam menjalankan aksinya. “Ini kawasan wisata, pengunjung yang datang banyak sekali. Maksud kita ingin juga mengedukasi warga yang beraktivitas di sini, kan ini sebagai jantung kota Yogya,” pungkasnya. (Mg-10)

Tulis Komentar Anda