Sensasi Berfoto Bareng Reptil Sisa Masa Purbakala

Sensasi berfoto bersama Komodo di Taman Nasional Komodo (Harminanto)

"SELAMAT mai di Pulou Modo dekang killing modo, (selamat datang di pulau Komodo, rumah untuk binatang Komodo)." Begitulah sapaan akrab para ranger (pemandu) setibanya wisatawan di Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo, Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur.

Di pulau utama yang ada di Taman Nasional Komodo, kita bisa menyaksikan hewan yang diyakini sisa masa purbakala bergerak bebas di alam liar, wartawan KRjogja.com FX Harminanto membagi pengalaman menjelajahi Pulau Komodo ini. Meskipun tak seliar dugaan karena adanya penataan, namun dengan cerita keganasan reptil ini ketika mencium bau darah tetap saja mampu mempengaruhi psikologis untuk lebih berhati-hati.

Kita bisa memilih masuk melalui jalur Loh Liang atau dalam bahasa Indonesia (lubang). Kita bisa memilih beberapa jalur mulai dari short hingga long dengan jarak 2-4 kilometer.

Dua ranger yang menemani perjalanan Hariono dan Jahiding tak segan menjelaskan dengan detail sisi-sisi yang belum kami ketahui tentang pulau ini. Satu fakta bahwasanya di kawasan tersebut tidak ada air tawar sehingga tanaman dan hewan begitu mengandalkan air hujan dalam bertahan hidup.

Dua ranger ini pula yang kemudian menjelaskan bahwa hingga awal 2017 ini tercatat ada 1.377 Komodo yang ada di seluruh penjuru pulau. Tampaknya tim peneliti sangat serius melakukan pengamatan karena hewan berkaki empat yang dijuluki "The Dragon" ini hanya ada di kawasan kepulauan tersebut.

Bersama para komodo, terdapat pula 277 jenis satwa liar lain yakni 32 spesies mamalia, 128 burung dan 37 reptil lainnya. "Ada ekosistem tersendiri memang di pulau ini, jadi ada keberagaman yang luar biasa," ungkap Hariono salah satu pemandu kami.

Beruntung di bulau Januari seperti ini mereka belum masuk ke masa musim kawin sehingga kami masih bisa menemukan beberapa di jalur yang dilewati. Bahkan, kami sempat berfoto meskipun tetap harus ada jarak dan mendapatkan penjagaan dari dua ranger.

Komodo yang kami temui ini cukup besar yakni jantan berukuran sekitar 3 meter dengan usia sekitar 40 tahun. Hewan ini tampak tidak begitu aktif meskipun ternyata mampu mengkonsumsi makanan hingga 70 persen dari berat tubuhnya sendiri.

Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengelilingi rute ini. Tak ingin ketinggalan, berbagai foto kami abadikan untuk memastikan tak ada yang tersisa kami jelajahi di Taman Nasional Komodo.

Di pintu keluar, masyarakat asli Pulau Komodo menghentikan langkah kami dengan cinderamata yang seturut keterangan mereka merupakan hasil buatan sendiri. Kalung dan gelang mutiara, patung komodo dari kayu serta kaos menjadi barang wajib yang ditawarkan pada pengunjung.

Dari Labuan Bajo, kita harus menempuh perjalanan 1,5 jam untuk tiba di Pulau Komodo. Dermaga baru menjadi penanda bahwa pulau ini menjadi salah satu andalan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. (Fxh)

 

Tulis Komentar Anda