Bupati Harap Alsintan Dipelihara dan Jangan Hilang

Bupati periksa alsintan sebelum diserahkan pada petani. (Foto: Zaini A)

TEMANGGUNG (KRjogjacom) - Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno mewanti-wanti pada petani penerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin, dan menjaga keamanan jangan sampai hilang, mengingat pada akhir-akhir ini ada beberapa laporan kehilangan alsintan.

 

" Pemanfaatan seoptimal mungkin untuk kontribusi pada ketahanan pangan. Bila alsintan hilang yang rugi adalah petani sendiri," kata  Bupati pada penyerahan bantuan alsintan, Kamis (12/1).

Dikatakan, kebutuhan alsintan pada masa ini tidak bisa dihindari mengingat adanya kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian dan luasnya lahan pertanian yang diolah. Penerapan alsintas selain berpotensi dalam meningkatkan penambahan luas areal tanam dan panen, juga berkontribusi positif untuk peningkatan intensitas pertanaman. Maka itu pemerintah memberikan alsintan untuk dukungan dalam peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian.

Bupati meminta pada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, seperti tidak menambang gumuk, bukit untuk diambil tanah, batu dan pasir, sebab pengalaman di Batam, karena banyak ditambang dan dibawa ke Singapura, kini banyak terjadi bencana banjir. Batu di sungai juga jangan ditambang, batu menjadi tempat perkembang biakan ikan uceng dan pelus yang menjadi ikan khas Temanggung.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amien mengatakan bantuan alsintan yang diberikan pada petani adalah hand traktor sebanyak 25 unit, cultivator (25 unit), power threser (6 unit),  corn seller (5 unit) dan pompa air (26 unit). Dana berasal dari APBD II dengan total Rp 1,5 miliar.

Dia mengatakan petani juga mendapat alsintan dari kegiatan APBN Kementerian Pertanian yakni hand spayer sebanyak 251 unit, nursey tray (100 unit), pompa air (46 unit) dan rice transplanter (2 unit) sedangkan dari bantuan APBD I Provinsi berupa 7 power threser. Bantuan alsintan itu diharapkan dapat mendukung pencapaian swasembada beras nasional.

Disampaikan untuk komoditas padi dari luas lahan 36.640 hektare yang ada di Kabupaten Temanggung dihasilkan produksi 187.874 ton,  produksi jagung sebesar 109.890 ton dari luas lahan 34.930 hektare, sedangkan kedelai hanya 10 ton dari luas lahan 10 hektare.

Masrik mengatakan bantuan alsintan diharapkan menjadi motivator bagi petani untuk bekerja lebih giat dalam meningkatkan produksi pertanian demi terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Temanggung. (Osy)

Tulis Komentar Anda