Petenis Usia Dini Jawa Tengah Melimpah

Ilustrasi

KUDUS (KRjogja.com) - Petenis usia dini di Jawa Tengah jumlahnya melimpah, tersebar di sejumlah daerah. Mereka memiliki potensi besar diorbitkan ke tingkat nasional. Bahkan jika terus dipoles dan diberikan kesempatan mengikuti turnamen atau kiejuaran, bukan hal mustahil akan lahir petenis level dunia. Hal itu diungkapkan Pelatih Tenis Lapangan Kodim 0722 Kudus, Suharto, Kamis (12/1).

Menurutnya, terdapat beberapa daerah yang bidang olah raga tenis lapangannya cukup menonjol. Di antaranya Tegal, Kudus, Solo dan Sukoharjo. “Empat daerah itu memiliki banyak petenis berbakat. Persaingan antar pemain pun cukup ketat,” ujarnya.

Sedang di Kudus sendiri, perkembangan tenis lapangan cukup bagus. Sedikitnya terdapat lima klub tenis lapangan yang memiliki jumlah anggota pemain banyak. Suharto yang juga ayah kandung mantan petenis nasional Lutfiana Aris Budiharto mengaku rajin mengirim anak asuhnya mengikuti sejumlah turnamen, baik di level lokal Jawa Tengah hingga kejuaraan nasional.

Akhir Desember 2016, sejumlah pemainnya diterjunkan dalam turnamen Solo Open. Dari empat pemain yang diturunkan untuk kategori usia 18 tahun (U-18) putri, semuanya menyabet gelar juara. Juara pertama diraih Tina, kedua Laili, serta juara tiga bersama Laila dan Indri. “Untuk U-18 putra, dua pemain unggulan kami mundur karena sakit,” terangnya.

Para pemainnya terus diasah kemampuannya dengan menambah jam terbang pada sejumlah kejuaraan hingga level nasional. Harapannya, mereka dapat menjadi pemain andal yang nantinya bisa berprestasi, tak hanya tingkat nasional tetap juga dunia.

Pelatih bertangan dingin yang telah menelurkan 32 pemain tingkat nasional itu, masih bersemangat mengabdikan diri untuk mencetak para pemain muda. Saat ini Suharto memiliki 27 pemain binaan, dua di antaranya siap diorbitkan ke kancah nasional dan internasional yaitu Veronica Wibi dan Afra.

Sejumlah pemain asuhannya yang lebih dulu melanglang buana, antara lain anak semata wayangnya Lutfiana, Alif Nafiah, Saddam Husein dan Rizal Aulawi Atok. (Trq)

Tulis Komentar Anda