Ketua DPRD Nilai Bupati Magelang Inskonsisten

Massa berdemo di DPRD Magelang. Foto: Bagyo

MAGELANG (KRjogja.com) – Ratusan pemuda Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, kembali melakukan demo ke Kantor Pemkab Magelang, Kamis (12/01/2017). Demo kedua kalinya ini, masih terkait dengan tidak diprosesnya ijin pendirian pabrik kaos tangan PT Woneel Sinar Utama. Kecewa tidak ditemui bupati atau pun pejabat lainnya, mereka beralih ke gedung DPRD.

Ditempat ini, mereka ditemui Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto. Dalam tanggapannya, ia menilai Pemkab Magelang inskonsisten terhadap aturan yang diterapkan. “Kami menilai, Pemkab Magelang inskonsisten dalam menerapkan aturan. Apalagi sebelumnya, Bupati Magelang melalui SK Bupati Nomor 180.182/345/KEP/59/2016 telah memberi izin penggunaan pemanfaatan tanah. Namun dalam hitungan hari, SK tersebut dicabut. Alasannya karena tidak sesuai tata ruang. Ini kan namanya inskosisten,” kata Saryan Adi Yanto, saat menerima para pendemo di Gedung DPRD Kabupaten Magelang.

Kalau mendasari tentang tata ruang, lanjut Saryan, seharusnya Pemkab juga konsisten terhadap beberapa bangunan disejumlah lokasi yang juga melanggar tata ruang tersebut. “Kalau mau menegakkan aturan, seharusnya Pemkab jangan diskriminatif. Semua harus diperlakukan sama. Kami akan undang mereka (pemkab) untuk menjelaskan hal ini besok (hari ini). Kami minta perwakilan dari teman ini (pendemo), bisa datang dan mendengarkan,” pintanya.

Sebelumnya, Koordinator Aksi, Pujiyanto dalam orasinya menilai, Pemkab Magelang tidak pro investasi. ”Pemkab Magelang ternyata tidak pro investasi. Banyak investor masuk namun ditolak. Padahal Pemkab Magelang sendiri tidak pernah ada program yang menyentuh masyarakat. Buktinya, ada sebuah perusahaan yang akan berinvestasi namun tidak diberi ijin,” katanya. (Bag)

Tulis Komentar Anda