13 Lapak PKL di Suwarno Honggopati Dibongkar Paksa

Petugas Satpol PP Sukoharjo saat melakukan pembongkaran paksa terhadap 13 lapak PKL kosong di Jalan Suwarno Honggopati di Desa Langengarjo Kecamatan Grogol. (wahyu imam ibadi)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Sebanyak 13 lapak kosong milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Suwarno Honggopati Desa Langenharjo Kecamatan Grogol dibongkar paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo. Selain itu masih ada 17 lapak PKL yang masih ditempati pedagang diminta untuk melakukan penertiban sendiri dengan tidak membuat bangunan permanen dan hanya diperbolehkan bongkar pasang. Apabila tidak maka lapak tersebut juga terancam akan dibongkar paksa petugas.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Kamis (12/1/2017) mengatakan, penertiban dilakukan Satpol PP Sukoharjo dengan menerjunkan puluhan orang petugas. Pembongkaran paksa terhadap lapak PKL kosong dilaksanakan sebagai bagian dari penindakan tegas. Lapak tersebut sudah lama tidak dipergunakan dan menyebabkan kondisi lingkungan menjadi kumuh. Selain itu pembangunannya juga menyalahi aturan karena dibuat permenan dan ditempatkan diatas saluran air.

Sebelum dilakukan penertiban petugas telah melakukan pendataan dan sosialisasi bersama pihak Desa Langengarjo Kecamatan Grogol. Hasilnya pembongkaran dilakukan hanya kepada lapak PKL kosong saja. Sedangkan lapak yang masih dipakai pedagang diberi kesempatan untuk berdagang dalam beberapa hari kedepan.

Petugas Satpol PP Sukoharjo memberikan sosialisasi kepada pedagang untuk segera melakukan penertiban sendiri. Pedagang hanya diperbolehkan berdagang dengan menggunakan lapak bongkar pasang dan bukan permanen.

“Sudah banyak keluhan dari masyarakat dan memang keberadaan lapak PKL kosong membuat kondisi lingkungan menjadi kumuh,” ujar Heru Indarjo.

Lapak PKL di Jalan Suwarno Honggopati Langenharjo Grogol sudah lama didirikan pedagang. Mereka membangun lapak dari kayu, bambu dan triplek tanpa izin dan sepengetahuan desa. Para pedagang sendiri yang berjualan mayoritas bukan warga setempat melainkan pedatang dari luar daerah.

“Setelah ada penertiban ini maka akan kami pantau seterusnya. Sebab di lokasi tersebut akan dijadikan sebagai lokasi penilaian Adipura 2017 jadi harus bersih,” lanjutnya. (Mam)

Tulis Komentar Anda