Parah! Pelajar Karanganyar 'Dikepung' Kebiasaan Buruk

Pelajar pembolos terjaring razia Satpol PP. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Survei acak ke SMA/SMK di Karanganyar menunjukkan peserta didiknya mengenal minuman keras, merokok dan pergaulan bebas menjurus seks. Bahkan, tidak sedikit pernah menjajal ketiganya.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dalam sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di rumah dinas bupati. Di hadapan peserta forum diskusi itu, Wabup menyebut konsumsi rokok secara berjamaah di kalangan pelajar di luar jam sekolah mendekatkannya ke konsumsi miras. Begitu pula konsumsi minuman beralkohol dapat menjurus ke narkoba. Adapun seks bebas merupakan level selanjutnya dari kerusakan moral.

“Data itu dirangkum dari program karakter building yang dilakukan tim P4GN pada 2015 dan 2016. Hasilnya, siswa yang diambil sampel, sebagian mengakui pernah merokok, miras dan seks,” katanya, Kamis (12/1/2017).

Menurutnya, lingkungan kurang kondusif mendukung pelajar tersebut melakukan tindakan tak terpuji. Menurut Wabup, diperlukan pembenahan menyeluruh sebelum para pelajar terjerumus lebih parah, misalnya dengan membuka konseling bagi mereka dengan menghadirkan orang tua. Khusus untuk pelanggaran hukum, ia mengimbau penegak hukum memberlakukan diversi.

Kepada pengajar, Wabup memintanya lebih memperhatikan kondisi psikologis peserta didik dan melakukan penanganan secara tepat. Hal itu lebih penting dibanding guru sibuk mengajar dan mengurus sertifikasi pendidik.

Kasatnarkoba Polres Karanganyar, AKP Harno kerap mendapati pelaku penyalahgunaan psikotropika dari kalangan pelajar. Sebagaimana yang diungkapkan Wabup, hampir semuanya mengonsumsi rokok dan miras.

Ia mendorong seluruh stakeholder di Kabupaten Karanganyar serius menanggapi fenomena ini supaya remaja diarahkan ke hal positif, alih-alih menjadi nakal. Secara umum, tingkat kenakalan remaja menurutnya masih dalam taraf belum terlalu mengkhawatirkan.

“Mereka masih bisa dibina mengingat jalan hidupnya masih panjang. Inilah peran kita sebagai orangtua dan sosok di masyarakat untuk mengarahkan ke hal positif,” katanya. (R-10)

 

Tulis Komentar Anda