Perdagangan Ekspor Indonesia Diperkirakan Tumbuh 3,2%

Ilustrasi. (Foto : Dok)

JAKARTA (KRjogja.com) - Perdagangan ekspor Indonesia diperkirakan hanya tumbuh mencapai 3,2% bila perdagangan global dalam keadaan normal tahun ini. Namun, angka tersebut akan lebih rendah hingga 2% jika sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor melakukan proteksi.

"Kami perkirakan tahun ini ekspor 3,2%, tapi masih di bawah yang bisa (pemerintah) Indonesia lakukan. Meski demikian, itu cukup untuk menopang pembangunan ekonomi," tutur Head of the Department of Economics, Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jose Rizal Damuri.

Dia menerangkan, proyeksi itu belum menghitung kondisi proteksi sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor utama Indonesia. Oleh sebab itu, kemungkinan prediksi perdagangan ekspor bisa turun lebih rendah lagi menjadi 2%-3%.

Seharusnya, ungkap Jose, Indonesia membutuhkan ekspor sekitar 4%-5% agar perekonomian berkembang. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dalam negeri hanya maksimal sekitar 5,1%-5,2% yang lebih besar ditopang oleh sektor konsumsi.

Dalam jangka pendek, kondisi global yang masih belum membaik kian mempengaruhi perekonomian domestik. Apalagi, Trump akan ekspansi perekonomian AS yang tidak terlalu baik bagi perekonomian Indonesia.

"Ekspansi AS dengan cara menekan pajak dan meningkatkan pengeluaran pemerintah. Itu akan menyebabkan penguatan demand di AS dan Eropa," ujarnya.

Saat ini, di tingkat global pun terjadi kenaikan harga, terutama komoditas. Di satu sisi, kenaikan ini menguntungkan Indonesia, tetapi juga merugikan karena ada kebijakan protektif di berbagai negara, seperti Inggris.

Bahkan, menurut dia, Trump juga terlihat akan melakukan tindakan protektif. Dia memisalkan, perusahaan Ford yang tidak jadi ekspansi usaha di Meksiko, tetapi memilih produksi di AS. (*)

Tulis Komentar Anda