Jembatan Jono Ambles, Ganggu Akses Warga

Pelajar menghindari titik ambles jembatan Jono yang ditutupi sampah. (Foto : Jarot Sarwosambodo)

PURWOREJO (KRjogja.com) - Jembatan Desa Jono Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo ambles. Akibatnya jembatan berstatus milik kabupaten di atas anak Sungai Jali itu tidak dapat dilintas kendaraan roda empat dan enam. Amblesnya jembatan mengganggu akses warga sejumlah desa.

Jembatan di perbatasan Desa Jono dengan Dukuhdungus Grabag tersebut ambles diduga karena usianya yang sudah tua. Besi rangka jembatan sudah mulai berkarat dan mulai miring. "Jembatan memang sudah tua dan belum pernah tersentuh pembangunan, pemerintah memperbaiki namun sebatas tambal sulam saja," tutur Bintoro, Kepala Desa Jono, kepada KRjogja.com, Rabu (11/01/2017).

Pihak desa beberapa kali mengusulkan perbaikan jembatan kepada pemerintah kabupaten. Namun pasca amblesnya jembatan, pemerintah merespons dengan mengecek kerusakan jembatan. Pemerintah memasang rambu larangan kendaraan roda empat untuk melintas. Adapun sepeda motor dibolehkan melintas.

Menurutnya, pemerintah kabupaten berencana memperbaiki jembatan dengan dana pemeliharaan pada tahun 2017. "Sementara pembangunan jembatan permanen, informasinya dilakukan 2018," ucapnya.

Akses tersebut, katanya, sangat vital karena menjadi jalur alternatif masyarakat Purworejo yang akan menuju Kecamatan Grabag. "Pengguna jembatan tidak hanya warga Jono, namun hampir semua warga Purworejo yang ingin menuju Grabag, sebab aksesnya lebih cepat. Repotnya kalau yang melintas truk bawa material, mereka cari akses alternatif lewat jalan kampung sehingga jalan rusak," paparnya.

Warga Desa Dukuhdungus Partiyah menambahkan, jalan di perkampungannya mulai rusak akibat dilintasi truk bermuatan material. Jalan desa di Dukuhdungus dibangun pemerintah setempat dan warga secara swadaya dengan konstruksi cor semen. "Jalannya tidak kuat dan rusak kalau dilewati mobil apalagi truk bermuatan barang," ujarnya. (Jas)

Tulis Komentar Anda