Temaram Mainkan Doom yang Membius

Temaram rilis album bertajuk "Revival. (DESTA WASESA)

TAHUN ini adalah kabar baik pecinta musik cadas di Yogyakarta. Band-band pengusung musik rock dan metal mulai bermunculan dan siap menajak bendera masing-masing. Satu di antara sekian banyak band cadas yang mulai naik ke permukaan, Temaram, salah satu yang patut diwaspadai.

Penggebuk drum Gilang Damar bersama gitaris Yudha Nugraha membawa semangat Doom Metal ke panggung musik Yogyakarta dengan merilis album perdana bertajuk "Revival" di Kedai Kebun Forum, Tirtodipuran, Yogyakarta, 7 Januari 2017 lalu. Tidak banyak yang berani memainkan genre ini karena dianggap musik kelas dua dalam realita kekinian yang kian bingar dengan pop jazz dan folk. Lantaran musik 100 persen adalah bersenang-senang, keduanya tak mau pikir panjang. Doom adalah media mereka berkarya dan menyampaikan apa yang seharusnya disuarakan.

Lagu berjudul "Reincarnation" terpilih jadi single album. Lagu berdurasi 7 menit 34 detik itu dieksekusi dengan matang dan brilian. Laiknya teori Doom Metal, "Reincarnation" menyajikan kegaharan distrosi gitar dan beat drum yang berat dengan tempo lambat. Riff gitar sesak dan kasar di tiap part memandu vokal Yudha menyampaikan lirik laiknya orang mabuk menjelang tumbang.

Karya ini terasa nikmat didengarkan berulang karena juga sukses menghadirkan atmosfer psychedelic yang kental laiknya karya-karya Electric Wizard, Saint Vitus, bahkan Black Sabbath di album awal. Bangunan suasana dalam "Revival" tak bisa dilepaskan dari tangan dingin Dhandy Summerchild yang berperan sebagai mixering dan mastering. "Musik Doom memang seharusnya didukung dengan sound klasik dan kotor. Memang sengaja saya bikin begitu," kata Dhandy.

Rencananya CD ini nantinya akan dirilis dalam bentuk kaset oleh salah satu label lokal. Adapun Temaram sempat merilis demo melalui Mindblasting Label. Demo ini di antaranya direkam ulang dengan versi studio.(Des)

 

Tulis Komentar Anda