Kebijakan Impor Garam Nasional Membingungkan Petani

Ilustrasi. (Foto: Doc)

PATI (KRjogja.com) - Kebijaksanaan pemerintah pusat dalam masalah  garam nasional, dinilai masih membingungkan petani maupun pemerintah daerah.

“Ini dibuktikan rencana impor garam konsumsi sebanyak 226.124 ton.  Padahal  pemerintah belum pernah mengumumkan berapa jumlah stok nasional garam,” demikian diungkapkan Kepala Dinas Kelautan Perikanan (Kelautkan) Pati, Ir Sujono MM, Rabu (11/1/2017).

Sebagaimana diberitakan, hasil rapat lintas intansi pada akhir Desember 2016 lalu, akhirnya ditetapkan jika pada tahun 2017 ini pemerintah Indonesia akan mengimpor garam konsumsi maksimum 226.124 ton. “Sekarang sudah ada Satuan Tugas (Satgas) Lintas Kementerian, untuk mengawasi pergerakan impor garam” kata Direktur Jendral Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Brahmantya Satyamurti, Selasa (10/1/2017). 

Baca: Indonesia Bakal Impor 226.124 Ton Garam

Menanggapi berita penetapan impor garam konsumsi tersebut, Sujono mengingatkan pemerintah pusat agar tidak tergesa-gesa melakukan impor. “Harus ada penghitungan yang matang. Yaitu dimulai berapa kebutuhan nasional mengenai garam  jenis konsumsi rumahtangga, industri dan farmasi. Serta berapa tingkat produksi yang mampu dihasilkan perusahaan nasional dan dari petani garam. Kalau memang kita tidak mampu mencukupi kebutuhan nasional, barulah diputuskan perlu impor garam,” ujarnya.

Produksi garam rakyat Pati pada tahun 2016 mencapai 366.000 ton. Jumlah tersebut memang lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga sangat mengganggu produksi garam rakyat.  

Kawasan pembuatan garam di kabupaten Pati berada di wilayah kecamatan Batangan, Juwana, Wedarijaksa dan Trangkil. Luasan areal  pembuatan garam  mencapai 2.838 hektar. Paling luas di Kecamatan Batangan (60%).  Hasil  garam asal Pati dipasarkan sampai ke Surakarta, Wonogiri, Cilacap, Banjarnegara, Purwokerto, Semarang, Temanggung, Wonosobo dan yang paling besar ke Yogjakarta. (Cuk)

 

Tulis Komentar Anda