Penambangan Ilegal Marak, Polisi Belum Temukan Solusi Pencegahan

Ilustrasi. (Foto: Doc)

MAGELANG (KRjogja.com) – Maraknya penambangan tak berizin di sungai-sungai berhulu di Merapi saat ini, mendapat perhatian dari Polres Magelang. Dibawah pimpinan Kapolres AKBP Hindarsono, mereka pun menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk melakukan penindakan terhadap penambangan ilegal tersebut, di Mapolres Magelang Rabu (11/01/2017).

Dalam kesempatan itu, hadir Pemkab Magelang, Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan Kodim serta Taman Nasional Gunung Merapi. ”Ini dalam rangka penanganan penindakan Galian C secara umum karena kita melihat fenomena kerusakan alam yang sangat luar biasa,” kata Wakapolres Magelang Kompol Heru Budiharto, usai rapat.

Tujuan rapat koordinasi ini, kata Heru, sebagai langkah persiapan penanganan dan penindakan penambangan ilegal itu agar lebih komperehensif. ”Sejauh ini kan semua berjalan sendiri-sendiri sekarang dengan adanya tim ini penanganan bisa lebih cepat. Misal terkait ijin langsung kita bisa tahu mana yang sudah berijin mana yang belum kalau belum ya kita sikat,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Ismu Kuswandari dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya sudah melakukan penindakan armada galian C disejumlah tempat, diantaranya di Kecamatan Srumbung, Sawangan, Muntilan dan Mungkid. Pada bulan November hingga Desember 2016 lalu saja, pihaknya telah menindak 540 truk muatan pasir yang melebihi tonase.

Untuk tahun 2017 ini, pihaknya akan melanjutkan bekerjasama dengan sejumlah pihak. Diantaranya, Kepolisian, TNI, Sat Pol PP dan lainnya. “Ini kami lakukan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir kerusakan jalan. Di sisi lain juga sebagai bentuk kontrit upaya penindakan dan agar ada efek jera,” imbuhnya. (Bag)    

 

 

Tulis Komentar Anda