2017, Tren EO Dangdut Berlanjut

Foto: Youtube

DUNIA dangdut Yogyakarta masih akan tetap bergema nyaring di tahun 2017. Hanya saja, kemungkinan akan ada perubahan paradigma di tengah hiruk pikuk tembang goyang ini. Pasalnya, dangdut juga butuh sesuatu yang baru agar tetap berkembang.

"Untuk job langsung ke grup atau personal dangdut saya rasa tetap jalan. Tapi tren sekarang dan saya kira akan tetap berlangsung di 2017 tentang meroketnya Event Organizer (EO) dunia dangdut. Meski saya sendiri tidak bisa meprediksi pasti akan seberapa lama," tutur dedengkot grup musik Zarima dan Gilas Productio, Iwan Gilas kepada KR, Rabu (11/1).

Menurut Iwan, tren adanya EO di dangdut makin eksis belakangan ini. Tidak jarang seiring waktu banyak EO bermunculan. Sehingga saat ini mereka banyak yang jadi penghubung antara masyarakat dengan insan dangdut. Padahal biasanya masyarakat dapat langsung berhubungan sendiri. Kondisi ini tentu membawa dampak negatif dan positif. Hanya saja Iwan tidak mau banyak berspekulasi karena fakta menunjukkan EO yang banyak pegang peranan. Meski ia menuturkan masih ada job yang langsung datang tanpa lewat perantara.

Soal kesukaan masyarakat pada dandanan seksi pedangdut, Iwan mengatakan hal itu kemungkinan akan berlanjut di tahun ini. Sebab pelanggan justru yang menginginkan. Meski sebenarnya ada peluang untuk menolak secara halus. Peran itu yang sebenarnya bisa dilakukan EO. "Kalau saya sendiri untuk job panggungan tidak bisa langsung memenuhi permintaan penyanyi seksi abis. Kecuali di event indoor. Itupun tidak vulgar dan tetap dalam batasan kesopanan," kata Iwan.

Terpisah owner Egatama Production yang juga leader OM Egatama, Ega Putra membenarkan peran EO belakangan sedang tren di dunia dangdut. Karena itu dirinya juga kadang mengambil peran sebagai penyelenggara acara dengan meminta grup lain yang tampil sesuai keinginan masyarakat.

Soal tampilnya penyanyi terkenal atau yang berani tampil seksi saat pentas, Ega menegaskan hal itu bukan jaminan untuk menarik penonton. Meski ia tidak menampik ada sebagian penonton yang memang tertarik dengan penyanyi dangdut yang berani tampil seperti itu. "saya pernah buktikan, di suatu tempat ada pentas mengundang penyanyi terkenal yang sedang booming karena berani seksi. Sedang saya bikin acara di tempat yang tidak terlalu jauh hanya mengandalkan penyanyi lokal. Awalnya sempat ragu apa bisa menarik penonton. Tapi hasilnya diluar dugaan. Justru penonton acara saya yang lebih banyak. Hal ini membuktikan artis bukan ukuran utama. Perlu strategi menarik penonton yang bisa dijalankan EO," imbuhnya.

Penekanan banyaknya EO dangdut juga diutarakan senior dangdut Yogya, Lek Budhi. Tren EO memang makin merebak belakangan ini. Kadangkala dengan memberikan kepercayaan pada EO, akan makin memudahkan karena semua sudah digarap dengan profesional. "Tinggal komunikasinya sehingga tidak ada yang dirugikan. Penyanyi juga dapat menerima haknya,"ucap pemilik Budhi entertainment (BE) Jogja Indonesia ini. (R-7)

Tulis Komentar Anda