'Mendhem' Ciu, Preman Kampung Rusak Depo Kayu

Tersangka dan barang bukti kejahatan. (Foto: Zaini A)

TEMANGGUNG (KRjogja.com) - Wawan Haryanto (36) warga Dusun Kalinongko Desa Gemawang Kecamatan Gemawang Temanggung harus berurusan dengan polisi. Ia disangka sebagai pelaku penganiayaan, perusakkan dan kepemilikan senjata tajam tanpa sah.

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti Rabu (11/1) mengemukakan polisi menjerat tersangka dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukuman mendekam di penjara maksimal 10 tahun penjara.

Disampaikan pada Senin (9/1) lalu sekitar pukul 16.00 WB petugas Polsek Jumo mendapat laporan melalui telepon bahwa ada pengrusakan di depo kayu milik Ning di Dusun Klepihan Desa Kalibanger Kecamatan Gemawang Temanggung. Kapolsek AKP Sudarjo bersama anggota menuju ke lokasi, tetapi ternyata tidak ditemukan pelaku, sebab telah meninggalkan lokasi, pulang ke rumahnya.

Adapun barang-barang yang rusak  antara lain kaca mobil truk, kaca mobil sedan , tv LCD , etalase, kaca bangunan, dan sangkar burung. Total kerugian mencapai jutaan rupiah. Keterangan yang didapat, tersangka menggunakan samurai dan besi.

Pada pukul 17.00 wib petugas sampai di rumahnya dan ditemukan Dima (16) dengan kondisi setengah sadar dengan luka di bagian tangan kanan dan kiri serta luka sobek dibagian kepala dan dibawah telinga kanan. Anak dibawah umur ini korban penganiayaan yang dilakukan tersangka.

Setelah meringkus tersangka, katanya, korban lantas dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis, sedang pelaku di bawa ke Mapolsek Jumo beserta barang bukti kejahatan yang didapatkan petugas di lokasi kejadian.

" Petugas juga mengamankan setengah botol ciu, korban nekat lakukan penganiayaan dan pengrusakkan karena pengaruh ciu," katanya.

Tersangka mengaku sakit hati dengan pemilik depo kayu, sehingga melakukan perusakkan. Sedangkan pada korban penganiayaan karena ada salah pengertian. (Osy)

Tulis Komentar Anda