Tergiur Rokok Gratis, Bambang Pitik Edarkan Paket Hemat Sabu-sabu

Pengedar sabu-sabu diringkus aparat Polres Karanganyar. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Satnarkoba Polres Karanganyar meringkus kurir sabu-sabu asal Klodran, Colomadu, Agus Sutopo alias Bambang Pitik (44). Tersangka mengantongi 0,99 gram barang haram itu yang terkemas di tiga paket hemat.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko mengatakan tersangka ditangkap di sekitar Jalan Tugu Boto, Klodran pada Minggu (8/1/2017) pukul 17.30 WIB. Petugas tak sulit mengenalinya karena Bambang Pitik memang diincar.

“Polisi menyelidiki kasus ini, sampai mengarah ke tersangka. Saat itu petugas menghentikannya di dekat tugu boto Klodran. Setelah diminta turun dari sepeda motor, aparat menggeledahnya. Ditemukan tiga plastik kecil isi sabu. Total beratnya 0,99 gram,” katanya kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus peredaran sabu-sabu di Mapolres, Rabu (11/1/2017).

Tiga paket tersebut dimasukkan tersangka ke dalam kantung saku depan celana sebelah kanan, masing-masing 0,31 gram, 0,22 gram dan 0,23 gram. Saat itu dirinya menggenggam potongan sedotan berwarna biru berisi plastik dengan berat 0,23 gram. Lebih lanjut Wakapolres mengatakan, kurir paket sabu itu positif mengonsumsi zat psikotropika.

Sementara itu menurut pengakuan tersangka, sudah tiga kali ia melakoni antaran paket sabu-sabu dalam jangka waktu sebulan. Yakni dua kali di Solo dan sekali di Colomadu. Imbalan ditraktir makan, mengisap rokok serta mengonsumsi sabu-sabu secara cuma-cuma membuatnya tergiur.

“Tiap paket harganya Rp 100 ribu. Tidak dikasih uang imbalan. Hanya dikasih makan, rokok, sama itu (sabu-sabu),” terangnya.

Juru parkir di Pasr Hardjodaksino Solo ini mengaku seorang berinisial Har yang kini buron, paling tahu alur distribusi sabu-sabu yang diedarkannya. Biasanya, ia mengantarkan barang haram itu ke Har untuk kemudian disampaikan ke pemakai sebenarnya.

Atas perbuatannya ini, tersangka melanggar pasal 114 (1), pasal 112 (1) subsider pasal 127 UURI No 35 tentang Narkotika dengan ancama hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. Barang bukti kasus ini selain paket sabu juga sepeda motor Yamaha Sigma AD 3493 FS dan sebuah ponsel merek Evercross. (R-10)

 

Tulis Komentar Anda