Rawan Bencana, Masyarakat Diingatkan Puncak Hujan

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo saat melakukan pemangkasan batang pohon di Proliman Sukoharjo. (wahyu imam ibadi)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Masyarakat diingatkan dengan terjadinya puncak musim hujan selama Januari. Sebab hujan deras dan angin kencang diprediksi bisa terjadi. Akibatnya potensi bencana alam seperti banjir dan rumah roboh rawan terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Suprapto, Rabu (11/1) mengatakan, sudah ada peringatan dini dan informasi dari BMKG terkait kerawanan puncak musim hujan pada Januari. Bentuk kerawanan berupa hujan deras selama beberapa hari dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa memincu terjadinya potensi banjir.

Di Sukoharjo sendiri dalam beberapa hari dari pemantauan BPBD diketahui ada peningkatan curah hujan. Meski demikian belum ada kerawanan terjadinya banjir. Dibeberapa wilayah kondisi debit air sungai masih normal. “Ada kerawanan dengan kondisi puncak hujan selain banjir juga angin kencang. Jadi masyarakat kami minta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Suprapto.

Untuk kerawanan banjir disejumlah wilayah di Sukoharjo sudah memiliki kesiapsiagaan dari masyarakat. BPBD telah memberikan pelatihan terhadap masyarakat sebagai bentuk antisipasi. Wilayah rawan banjir seperti di Kecamatan Sukoharjo Kota, Grogol, Mojolaban, Polokarto dan Bendosari. Wilayah tersebut merupakan lintasan aliran Sungai Bengawan Solo, Kali Langsur dan Kali Samin.

Selain hujan kerawanan saat puncak musim hujan yakni potensi angin kencang. Hal tersebut dikhawatirkan bisa memicu terjadinya pohon tumbang.
Untuk antisipasi pohon tumbang petugas gabungan telah melakukan persiapan. Salah satu bentuknya yakni dengan memangkas ranting atau batang pohon membahayakan. Kegiatan tersebut selesai dilakukan di wilayah perkotaan khususnya di jalur padat kendaraan.

“Seperti di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo Kota telah dilakukan pemangkasan ranting dan batang pohon membahayakan. Jadi saat ada angin kencang bisa meminimalisir kerawanan pohon tumbang yang menimpa warga,” lanjutnya.

Antisipasi juga akan dilakukan petugas khususnya di jalan padat kendaraan di wilayah perbatasan. Hal itu dilakukan karena kondisi disana banyak ditemukan pohon berukuran besar. “Untuk wilayah di pinggiran seperti di pedesaan memang masih banyak ditemukan pohon besar. Karena kepemilikannya pribadi maka kami hanya bisa memberikan himbauan saja karena rawan tumbang saat ada angin kencang,” lanjutnya. (Mam)

 

Tulis Komentar Anda