Pangkalan Harus Utamakan Masyarakat

ilustrasi (Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Seluruh pangkalan resmi elpiji di DIY diwajibkan menyalurkan atau mendistribusikan sebagian alokasi elpiji 3 Kg kepada masyarakat sekitarnya. Sedangkan sebagian disalurkan kepada para pengecer dan pangkalanharus mendahulukan melayani masyarakat umum daripada pengecer.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY, Siswanto mengatakan selaku operator pangkalan memang diwajibkan menyalurkan elpiji terutama subsidi 50 persen kepada masyarakat dan 50 persen kepada pangkalan, tentunya di bawah pengawasan agen. 

Menurut Siswanti apabila sampai ada pangkalan yang justru memilih menyalurkan keseluruhan gas melonnya ke pangkalan dan masyarakat tidak diperkenankan membeli di pangkalan, agen seharusnya turun tangan dan menegur karena pangkalan berada di bawah kewenangan agen.

"Masyarakat tetap berhak membeli gas bersubsidi di pangkalan karena sudah ada alokasinya dengan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di DIY. Kalau sampai masyarakat tidak bisa mengakses gas melon di pangkalan dengan alasan mengutamakan pengecer, agen harus menegurnya karena sebagian alokasi gas bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat," ujar Siswanto kepada KRjogja.com, Rabu (11/01/2017).

Siswanto menuturkan pihaknya acapkali sering menerima keluhan dari masyarakat yang sulit mengakses gas melon di pangkalan. Akibatknya masyarakat terpaksa membeli di tingkat pengecer tentunya dengan harga yang lebih tinggi dari HET yang seharusnya. (Ira)

Tulis Komentar Anda