Pariwisata Dorong Net Inflow Tembus Rp 4,2 T

Pegawai Kantor Perwakilan BI DIY tengah mensosialisasikan kehadiran uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 (Fira N)

YOGYA (KRjogja.com) - Jumlah uang yang masuk (inflow) ke DIY lebih banyak daripada uang yang keluar (outflow) sehingga dalam kurun tiga tahun terakhir terjadi net inflow. Kondisi ini menunjukan roda
perekonomian DIY bergerak dan tumbuh yang di sokong oleh sektor pariwisatanya.

"Kecenderungannya jumlah uang lebih banyak masuk ke kantor saya dalam kurun tiga tahun terakhir ini di DIY daripada jumlah uang yang keluar jadi net inflow. Dari data 2014 terjadi net inflow Rp 718 miliar, 2015 terjadi net inflow Rp 903 miliar dan tetap terjadi net inflow cukup tinggi mencapai Rp 4,2 triliun pada 2016," papar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Arief Budi Santoso dikantornya, Rabu (11/01/2017).

Menufut Arief banyaknya uang yang masuk daripada uang yang keluar, jumlah uang yang beredar di DIY dibandingkan tahun sebelumnya cenderung mengalami peningkatan. Peredaran uang yang cukup tinggi ini tidak hanya terjadi di DIY semata, karena ada beberapa bank yang operasionalnya ada di Jawa Tengah Selatan.

"Khusus peredaran uang di DIY pada Desember 2016 lalu jika di lihat dari siklusnya justru lebih banyaj kita mengeluarkan uang dibandingkan uang masuk atau net outflow. Sebab di setiap akhir tahun, kita harus mengisi banyaknya anjungan tunai mandiri (ATM) seiring banyaknya pengujung atau wisatawan yang berlibur akhir tahun di DIY," ungkap Arief.

Arief menambahkan kantor Perwakilan BI DIY telah mengeluarkan uang hampir Rp 1,3 triliun khusus untuk Desember 2016 ini yang tentunya bisa mengembangkan dan memutar roda perekonomian masyarakat DIY. Sedangkan pada momentum yang sama pada tahun lalu tercatat jumlah uang yang keluar dari BI DIY mencapai Rp 1,1 triliun. (Ira)

Tulis Komentar Anda