Dikaji, Bantuan bagi Korban Bencana

Istimewa

SLEMAN (KRjogja.com) - Pemkab Sleman sedang mengkaji payung hukum untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam seperti angin kencang. Hal itu untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari setelah pengucuran bantuan kepada korban bencana alam.

"Masih terus dikaji apakah nanti berupa status darurat atau apa. Jika memang status darurat, kami bisa mengucurkan dana tak terduga yang jumlahnya mencapai Rp 5,8 miliar. Tapi tadi ada masukan dari Kajari Sleman, bisa mengeluarkan kebijakan bersifat diskresi," kata Sri Purnomo MSi, Selasa (10/1).

Menurutnya, payung hukum itu memang sangat penting untuk mengambil kebijakan Pemkab Sleman. Mengingat belakangan ini sering terjadi bencana alam angin kencang yang melanda Sleman. Namun pemkab belum bisa memberikan bantuan kepada korban maupun rumah yang rusak terkena angin kencang. "Minggu kemarin sampai sekarang sudah ada tiga kali angin kencang. Payung hukum kami butuhkan untuk menghindari permasalahan di kemudian hari," ujarnya.

Bupati Sleman mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati pada musim hujan. Terutama pada saat perubahan ekstrem dari panas dan tiba-tiba hujan deras yang berpotensi terjadi angin kencang. Selain itu, masyarakat diminta tidak berjualan atau beraktivitas di bawah pohon. (Sni/Awh)

Tulis Komentar Anda