Perajin Wayang Wukirsari Beralih Ternak Burung

ilustrasi (Dok)

BANTUL (KR) - Pemasaran jenis kerajinan wayang kulit dari Pucung Wukirsari Imogiri Bantul, akhir-akhir ini mengalami penurunan. Akibatnya banyak perajin wayang yang beralih pekerjaan, menjadi peternak maupun pedagang burung dan membuat kerajinan sangkar burung. Beternak dan menjual burung lebih
menguntungkan dari membuat kerajinan wayang.

Lurah Desa Wukirsari Bayu Bintoro SE didampingi Dukuh Pucung Karangasem Wukirsari, Hadi Prabowo, Selasa (10/01/2017) mengatakan, jumlah perajin di Pucung awalnya ada sekitar 431 KK atau sekitar 1.100 orang. Tetapi sekarang yang masih aktif membuat wayang kulit tinggal sekitar 600 orang.
Lainnya beralih pekerjaan menjadi peternak burung, jenis murai batu, kutut, merpati putih dan jenis burung yang harganya lebih mahal dari jenis burung lainnya.

Pemasaran wayang kulit di Pucung lakunya hanya musiman, ketika musim libur. Seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, tetapi di luar musim libur pemasaran wayang kulit lesu. Adapun pemasaran kerajinan wayang kulit meliputi Bali, Jakarta dan Yogyakarta sendiri. Untuk pemasaran ke luar negeri atau ekspor hanya sekitar 20 persen. Karena itu sering terjadi penumpukan stok kerajinan di rumah perajin. (Jdm)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tulis Komentar Anda