Danrem 072/ Pamungkas 'Turun Gunung' Tinjau Perbaikan Saluran Irigasi Talang Bowong

Danrem 072/ Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setiawan (kanan) meninjau perbaikan saluran irigasi Talang Bowong, Kalibawang. (Foto: Asrul Sani)

KALIBAWANG (KRjogja.com) - Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setiawan didampingi Kasiter Kolonel Arm Endro Respati dan Kasilog Korem 072/ Pamungkas Letkol Gatot meninjau perbaikan saluran irigasi Talang Bowong di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Selasa (10/1/2017). Kehadiran danrem bersama rombongan disambut Dandim  0731/ Kulonprogo  Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman serta Danramil 05/ Kalibawang Kapten Inf Nurhadi Wijaya.  

Sebelumnya Ir Basito dari Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan anggota Komisi II DPRD Kulonprogo juga meninjau pengerjaan proyek yang dilaksanakan PT Karya Cipta Mulia tersebut.

Seperti diketahui retaknya saluran Talang Bowong telah berdampak buruk bagi tanaman padi di wilayah Kecamatan Panjatan karena saat ini tanaman padi belum berumur 1 bulan. Sedangkan untuk wilayah Pengasih dan Temon sementara ini masih memanfaatkan air hujan untuk penggarapan sawah mereka pada Musim Tanam (MT) II komoditas tanaman padi.

Selain akan berakibat gagal panen di beberapa wilayah, kekeringan sumur penduduk dan usaha perikanan yang memanfaatkan aliran irigasi ini juga akan dialami oleh sebagian warga, apabila tidak segera diatasi atau diperbaiki. Dalam upaya mengatasi hal tersebut Kodim 0731/ Kulonprogo bersama Dinas Pertanian bergerak cepat mengatasi masalah tersebut. Sehingga saat ini telah dilakukan perbaikan yang melibatkan prajurit Kodim 0731/ Kulonprogo.

"Dengan semakin banyak yang terlibat mengerjakan perbaikan tentu dalam waktu kurang dari satu bulan sudah selesai. Teknik pengerjaan salurannya menggunakan bio membran atau memasang semacam talang air dari fiber sepanjang 140 meter," terangnya.

Harapan masyarakat sangat besar terhadap perbaikan infrastruktur pertanian tersebut sehingga saluran irigasi Kalibawang yang merupakan objek vital untuk pengairan persawahan bagi sebagian besar petani di wilayah Kulonprogo bagian tengah dan selatan.

"Dengan dipasang biomembran saluran irigasi bisa difungsikan kembali secara normal, sehingga ancaman gagal panen padi, kekeringan dan penurunan produksi usaha perikanan tidak akan terjadi," ujar Letkol Armd Teguh. (Rul)

 

Tulis Komentar Anda