Ini Lho Teluk yang Ada di Lembar Rp 50.000

Lokasi yang tergambar di pecahan mata uang baru Rp 50 ribu (Harminanto)

PULAU Padar, saat ini sedang ngetrend di kalangan pelancong baik tanah air maupun mancanegara karena menjadi salah satu lukisan yang dipakai untuk uang pecahan baru 2016 yakni Rp 50.000. Teluk padar dipilih karena memang memiliki eksotisme dan pemandangan yang luar biasa indah dan bisa mewakili keindahan Indonesia.

Wartawan KRjogja.com, FX Harminanto mencoba menilik pulau yang saat ini menjadi salah satu tujuan impian wisatawan dari penjuru tanah air. Sebenarnya ada tiga teluk di Pulau Padar ini yang seluruhnya sangat indah. Ada satu yang berwarna merah muda karena pesisir pantainya yang dipenuhi hamparan pecahan kecil karang merah, sementara dua lagi yang lebih berwarna hitam dan putih membentuk perpaduan menarik yang mempertegas indahnya hamparan alam di Indonesia.

Untuk mencapai titik foto yang dicari yakni yang ada di pecahan uang Rp 50 ribu, kita harus berjalan kaki paling tidak 1,5 kilometer dari lokasi kapal bersandar. Satu hal yang membuatnya berbeda dari spot lainnya adalah jalan menanjak yang tentu saja menguji mental karena kerap membuat nyali menciut untuk meneruskan perjalanan.

Di 100 meter pertama, puluhan anak tangga bisa membantu kita untuk berjalan naik, menurut tour guide kami Aldo Sabato warga asli Pulau Komodo, tangga tersebut baru dibangun ketika ada rombongan BUMN datang meninjau untuk proses pengambilan gambar uang baru beberapa waktu lalu. Nah, di sisa perjalanan dengan kemiringan hampir 60 derajat kita harus berusaha sendiri dengan mengandalkan pijakan kaki.

Tiga teluk di Pulau Padar yang sangat luar biasa (Harminanto)

Jika kita berhasil sampai di titik teratas bukit di Pulau Padar ini, maka rasa lelah pun seakan tak menjadi soal lagi. Hamparan landscape alam yang tampak luar biasa akan memenuhi pandangan mata kita, sehingga membuat hati dan pikiran kita melupakan terjalnya jalan.

Guratan hijau perbukitan ditambah birunya air laut di tiga teluk Padar dan tentu saja tiupan angin semilir seolah benar-benar tak tergantikan oleh apapun di dunia. Saatnya berhenti, menenggak air bekal dan berfoto untuk menuntaskan rasa penasaran yang kita bawa dari rumah.

Ketika cuaca cerah dan langit bersih dari awan, maka kita bisa menyaksikan keajaiban alam bicara. Matahari muncul dari gugusan pulau di sisi timur menyembul memperlihatkan sisi-sisi terluar di pulau yang menjadikannya semakin indah.

Aldo, pemandu kami juga mengungkap bahwa pada masa-masa Januari-Februari saat sebenarnya musim hujan, kita akan semakin beruntung karena melihat bukit yang menghijau setelah tersiram air hujan. Namun, memang sedikit butuh kesabaran karena gelombang yang cukup tinggi karena kencangnya tiupan angin.

Untuk menenpuh perjalanan ke Pulau Padar, kita harus berlayar selama kurang lebih dua jam dari Labuan Bajo. Namun, karena kami bermalam di Kampung Komodo bagian dari Pulau Komodo setelah sebelumnya menjelajahi kawasan Taman Nasional Komodo, kami hanya butuh waktu kurang lebih satu jam untuk tiba di Pulau Padar yang luar biasa ini.

Segera saja cari tiket menuju Labuan Bajo dan berlayarlah menuju gugusan pulau yang lebih mirip surga di bumi Indonesia ini. Rencanakan perjalananmu jauh-jauh hari dan mungkin adanya paket-paket wisata bisa membantumu untuk menuju ke kawasan ini. (Fxh)

 
 

Tulis Komentar Anda