Harga Cabai Meroket, Inflasi DIY Masih Terjaga

ilustrasi (Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Meroketnya harga komoditas cabai, terutama cabai rawit merah di DIY memang akan mempegaruhi pada inflasi Januari 2017. Sebagai salah satu komponen penyumbang inflasi yang masuk dalam 'volatile food', bobot kenaikan harga cabai tersebut masih terkonversi dengan komponen lainnya sehingga inflasi masih terjaga cukup rendah.

Ketua III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, Arief Budi Santoso mengatakan inflasi DIY pada 2016 mencapai 2,29 persen year on year (yoy) yang merupakan inflasi terendah di Pulau Jawa, sedangkan secara kota juga terendah dibandingkan kota-kota lainnya di Jawa. Rendahnya inflasi ini berkat adanya komoditas yang harganya terkendali dengan baik utamanya beras.

"Kenaikan harga komoditas cabai paling tinggi dialami cabai rawit merah, secara umum mahalnya harga cabai ini hanya karena musim hujan. Sebenarnya di DIY, ada 1.300 hektare lahan cabai rawit merah siap panen yang sangat mencukupi kebutuhan masyarakat DIY, hanya bisa saja cabai tersebut dilarikan ke luar DIY sehingga stok mencukupi," tutur Arief dikantornya, Selasa (10/01/2017).

Arief menyampaikan meskipun ketersedian stok komoditas cabai di DIY sangat mencukupi, namun pasokan tersebut tidak hanya untuk di distribusikan di DIY semata tetapi juga ke daerah lainnya. Sehingga dengan jumlah stok yang semakin menipis, otomatis harga mengalami kenaikan. (Ira)

Tulis Komentar Anda