Kenaikan Harga Tak Dirasakan Petani Cabai

Ilustrasi. (Foto : Dok)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Petani cabai di Sukoharjo tidak memetik keuntungan tinggi dengan kenaikan harga. Mereka hanya berharap bisa untung meski sedikit, atau setidaknya bisa balik modal untuk persiapan tanam berikutnya. Kondisi cuaca sering hujan dan angin kencang membuat tanaman mudah rusak dan biaya perawatan tinggi.

Petani cabai di Desa Sanggung Kecamatan Gatak Yatmi, Selasa (10/01/2017) mengatakan, memang benar harga cabai di pasar sekarang naik tinggi hingga Rp 100 ribu per kilogram. Namun hal tersebut tidak terlalu banyak berpengaruh karena kondisi cuaca sering hujan.

Tanaman cabai yang ditanam harus mendapatkan perawatan ekstra demi bisa mendapatkan hasil panen. Kalaupun ada yang berbuah maka cabai harus dilindungi agar tidak rusak.

“Harga cabai naik tinggi wajar karena memang terpengaruh hujan sehingga banyak yang rusak. Padahal kebutuhan masyarakat sangat banyak,” ujar Yatmi.

Meski sulit namun Yatmi mengaku tetap menekuni usahanya menjadi petani cabai. Pada musim tanam kali ini hanya berharap seluruh tanamanya menghasilkan panen dan balik modal. “Minimal bisa balik modal kalaupun ada untung sedikit disyukuri asal tidak rugi,” lanjutnya.

Petani cabai asal Desa Blimbing Kecamatan Gatak Parno mengatakan, sangat berharap bisa mendapatkan keuntungan lebih. Hasil panen cabai dalam kondisi apapun dikatakan Parno tetap dijual ke tengkulak. Nantinya akan disortir disesuaikan dengan kualitasnya. (Mam)

Tulis Komentar Anda