Uang Rupiah Baru, BI Tingkatkan Pengamanan

Beberapa tanda uang asli rupiah baru. (Foto: Nisa)

YOGYA (KRjogja.com) – Penerbitan uang rupiah TE 2016 telah diluncurkan pada 19 Desember 2016 lalu. Terdapat beberapa hal yang berbeda pada desain uang rupiah TE 2016 ini, selain adanya tokoh-tokoh pahlawan baru, pihak BI juga meningkatkan unsur keamanan pada uang rupiah TE 2016. Peningkatan uang rupiah TE 2016 dilakukan untuk menghindari adanya uang palsu.

Hal itu yang disampaikan oleh Arief Budi Santoso selaku Kepala Perwakilan BI Yogyakarta, pada Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah Tahun Emisi yang telah berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Senin (9/01/2017).

Untuk mencegah dan menanggulangi peredaran uang rupiah palsu di masyarakat, Rudianto B selaku Kasir II atau Asisten Manager Unit Operasional Kas KPW Kantor Perwakilan BI DIY menjelaskan dan mempraktekkan langsung terkait pengaman yang terdapat pada uang rupiah TE 2016.

Terdapat enam unsur pengaman yang terdapat pada uang Rupiah baru pertama, Color Shifting yaitu cetakan tinta yang dapat berubah warna ketika dilihat dari sudut pandang tertentu. Contohnya saja pada logo BI yang terletak di bagian kiri bawah uang kertas atau di bawah nilai nominal uang. Warna normal logo BI kekuningan emas, namun ketika uang kertas tersebut digerakkan atau dilihat dari sudut pandang lain, maka akan berubah menjadi warna hijau.

Kedua, Rainbow Feature dimana terlihat nominal uang tepat di bawah Burung Garuda (sedikit ke kanan). Apabila dilihat dengan cara menggerakkan atau melihat uang kertas dari sudut pandang yang berbeda, maka akan terlihat tulisan nominal seperti mata uang Rp 100.000 maka akan terlihat angka 100.

Ketiga, Latent Image dimana akan terlihat cetakan atau tulisan BI yang terdapat di bawah kiri uang. Cara melihanya sama, yaitu dengan menggerakkan atau melihat uang dari sudut pandang yang berbeda.

Keempat, Ultra Violet Feature yang dimana akan terlihat susunan kepulauan Indonesia ketika dilihat dengan sinar UV.

Kelima, Blind Code yaitu pengamanan baru bagi difabel atau tuna netra. Terdapat garis pada sisi kanan dan kiri uang kertas. Jika diraba akan terasa kasar pada bagian uang tersebut. Semakin sedikit garis pada sisi uang, menandakan bahwa semakin besar nilai nominal uang tersebut. Misalnya, nilai mata uang dengan nominal Rp 1000 maka terdapat 7 garis di setiap sisinya. Dan pada uang kertas baru, garis tersebut menyatu atau segaris jika sisi kanan dan kirinya dijadikan satu. Hal tersebut memperlihatkan bahwa itu adalah uang kertas asli.

Dan yang terakhir, desain Rectoverso yang apabila uang kertas tersebut diterawang, maka akan terlihat logo BI yang utuh. Dapat dilihat pada bagian bawah nilai nominal uang kertas. (Mg-18)

 

Tulis Komentar Anda