BI DIY Kenalkan Rupiah TE 2016 Via Kas-Kas Keliling

Kepala BI DIY Arief Budi Santoso didampingi Direktur Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI Budi Hanoto tengah mensosialisikan uang Rupiah TE 2016. (Foto: Fira N)

YOGYA (KRjogja.com) -  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY semakin menggencarkan sosialisasi keaslian dan pengenalan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 baik kertas maupun logam semakin di seluruh kota/kabupaten di DIY.  Soliasialisi keaslian uang Rupiah sekaligus pengenalan Rupah TE 2016 tersebut dilakukan melalui kas-kas keliling yang disebar di setiap kota/kabupaten se-DIY serta mengedukasi masyarakat langsung dengan terjun kesejumlah pasar-pasar di DIY.

Kepala Perwakilan BI DIY, Arief Budi Santoso mengatakan pihaknya  telah melakukan sosialisasi uanga Rupiah TE 2016 lewat penukaran langsung kepada masyarakat baik yang dilakukan BI maupun perbankan di DIY sejak akhir Desember 2016 lalu hingga awal Januari 2017 ini. Sosialisasi pengenalan uang baru ini juga dilakukan ke semua daerah yang ada di DIY baik di Kota Yogyakarta maupun empat kabupaten lainnya.

"Kami terus melakukan sosialisasi pengenalan uang Rupiah TE 2016, tidak terkecuali awal tahun 2017 ini melalui penukaran uang ke daerah-daerah. Penukaran tersebut dilakukan melalui kas-kas keliling nantinya di setiap kabupaten/kota se-DIY," ujar Arief disela-sela Sosialisasi Uang Rupiah TE 2016 di Ruang Rapat Besar Kantor Perwakilan BI DIY, Senin (9/1/2017).

Arief menuturkan dengan penukaran uang Rupiah TE 2016 via kas keliling ini, pihaknya sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cici-ciri keaslian uang Rupiah. Khususnya akan dijelaskan lebih detail ciri-ciri keaslian uang Rupiah TE 2016 kepada masyarakat kota hingga desa."Cara kita melakukan sosialisasi termasuk mendatangi sejumlah pasar, sekaigus jalan di pasar untuk memberikan penjelasan kepada para pedagang terkait keaslian uang Rupiah  maupun pengenalan uang Rupiah TE 2016. Cara ini menurut hemat saya sangat efektif dan terbukti banyak uang palsu (upal) yang dilaporkan oleh masyarakat," ungkap Arief.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hilman Tisnawan menambahkan pihaknya telah mengeluarkan uang Rupiah TE 2016 dari pecahan Rp 100.000 hingga Rp 100 dengan total Rp 20. 682.729.000 atau sekitar Rp 20,7 miliar sampai dengan Jumat (6/1). Komposisi pecahan terbesar yang telah dikeluarkan yaitu pecahan Rp 50.000 mencapai Rp 8,7 miliar,  disusul pecahan Rp 100.000 mencapai Rp 5,2 miliar kemudian pecahan Rp 20.000 sebesar Rp 2,5 miliar, pecahan Rp 10.000 mencapai Rp 2,05 miliar dan selanjutnya pecahan Rp 5.000 serta Rp 1.000  ke bawah rata-rata Rp 200.000."Biasanya penukaran uang pecahan kecil lebih banyak, tetapi ini sebaliknya pecahan Rp 50.000 justru yang paling mendominasi penukaran. Kalau sebelumnya sempat kesulitan untuk menukarkan pecahan Rp 50.000 TE 2016, kini dicetak lebih banyak," imbuh Hilman. (Ira)

 

Tulis Komentar Anda