Mengapa Wanita dan Anak-anak Perlu Vaksin HPV?

Istimewa

KANKER serviks adalah keganasan yang terjadi di bagian leher rahim wanita, atau daerah di antara vagina dan kantong rahim. Data dari Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa kasus kanker serviks merupakan keganasan tertinggi kedua pada wanita di Indonesia setelah kanker payudara. 

Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), yang memiliki lebih dari 100 strain virus. Virus HPV yang menjadi penyebab terbanyak kanker serviks adalah virus HPV strain 16 dan 18. Saat ini salah satu pencegahan kanker serviks adalah dengan menggunakan vaksin HPV. Hello Sehat (hellosehat.com) akan menjelaskan lebih lanjut mengenai vaksin HPV.

Para ahli mengatakan bahwa semakin muda seseorang mendapatkan vaksin ini, tingkat efektivitas kerja vaksin ini akan semakin tinggi. Anak perempuan disarankan mendapatkan vaksin ini mulai usia 11 tahun. Pada laki-laki, vaksin ini bisa diberikan mulai usia 11 tahun hingga 26 tahun. Dengan mendapatkan vaksin ini, selain melindungi diri dari strain virus HPV yang menyebabkan penyakit kutil kelamin, laki-laki juga dapat menurunkan risiko penularan strain virus HPV penyebab kanker serviks pada pasangan seksualnya di kemudian hari.

Vaksin HPV paling ideal diberikan pada mereka yang belum aktif secara seksual karena penularan virus ini terjadi melalui kontak seksual. Semua orang dewasa yang aktif secara seksual yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV sebaiknya divaksinasi.

Wanita yang sudah aktif secara seksual harus melakukan paptest terlebih dahulu sebelum menggunakan vaksin HPV. Pap test adalah pemeriksaan sel lapisan leher rahim. Dari pemeriksaan ini bisa diketahui apakah kondisi leher rahim Anda masih normal atau sudah terjadi perubahan sel yang mengindikasikan proses keganasan. Jika hasil pap test normal, Anda boleh langsung menggunakan vaksin HPV. Jika hasilnya tidak normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan (biopsi/ pemeriksaan invasif lain) untuk memastikan terjadi tidaknya proses keganasan.

Vaksin HPV yang tersedia di Indonesia adalah Gardasil dan Cervarix. Gardasil melindungi tubuh dari infeksi virus HPV strain 6, 11, 16, dan 18. Virus HPV strain 6 dan 11 adalah penyebab utama penyakit kutil kelamin. Cervarix melindungi tubuh dari infeksi virus HPV strain 16 dan 18. Vaksin ini diberikan dengan suntikan di lengan atas.

Vaksin HPV perlu diberikan 3x dalam jangka waktu 6 bulan. Vaksin HPV kedua diberikan 1-2 bulan setelah vaksin HPV pertama. Vaksin HPV ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin HPV pertama. Sebagai contoh, jika Anda mendapatkan vaksin HPV pertama pada 1 Juni, jadwal pemberian vaksin HPV kedua adalah minimal pada 1 Juli atau 1 Agustus, dan jadwal pemberian vaksin HPV ketiga adalah minimal pada 1 Desember. Saat ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai apakah perlu ada pengulangan pemberian vaksin ini setelah beberapa tahun. (*)

Tulis Komentar Anda