Pusat Sandal Bandol Banaran Tetap Eksis

Pengrajin sandal bandol di Desa Banaran (Edi Romadhon)

GRUMBUL Banaran, bagian dari kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Karanglewas, Banyumas dari zaman penjajahan sampai sekarang masih eksis dikenal sebagai pusat kerajinan sandal dengan bahan bekas ban kendaraan. Itulah sebabnya disitu dikenal sebagai produsen Sandal Ban Bodol (Bandol).

Peajin senior, Ismanto (59), Senin (09/01/2017) mengatakan kerajinan sandal bandol merupakan kerajinan turun menurun yang sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu, namun tidak ada yang pasti mengenai sejarah dari sendal bandol tersebut. "Yang jelas sejak Jaman Penjajahan Belanda. Sejak di Kabupaten Banyumas mulai ada mobil/kendaraan bermesin" paparnya.

Saking terkenalnya grumbul Banaran sebagai pusat pengrajin sandal bandol, tak pelak sekarang ini pemasarannya sudah sampai keluar kota Banyumas seperti Jogja, Semarang, bahkan Jakarta. "Kami berencana memasarkan sendal bandol keluar negri, namun kami masih memiliki kendala untuk pemasarannya karena banyak agen-agen yang masih mempertimbangkan laku atau tidaknya sendal tersebut di luar negeri" ujar Ismanto. 

Waluyo (37), adanya keterbatasan bahan baku menjadi kendala utama produktifitas pengrajin. "Karena bahannya ban-ban bekas, maka jelas jumlahnya terbatas. Akibatnya kami harus memproduksi sendal tersebut dengan terbatas, sehingga jika ada tengkulak luar kota yang memesan dengan jumlah skala besar kami merasa kewalahan karena bahan baku yang kami pakai dari limbah-limbah pabrik juga sedikit jumlahnya" katanya. (Ero)

 

 

Tulis Komentar Anda