YWRSIS Ajukan Penangguhan Penahanan Muhammad Djufrie dan Amin Romas

Rudiyanto (baju batik) saat memberikan keterangan pada wartawan. (wahyu imam ibadi)

SUKOHARJO (KRjogja.com)- Berkas kasus dugaan pemalsuan dokumen terkait sengketa yayasan antara Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam Surakarta (YWRSIS) dengan Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis) segera dilimpahkan dari penyidik Polda Jawa Tengah ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah Selasa (10/1). Termasuk tersangka pimpinan YWRSIS Muhammad Djufrie dan Muhammad Amin Romas sehingga pengurus YWRSIS berusaha mengajukan penangguhan penahanan.

Baca Juga : 

Lagi-lagi, Eksekusi RSIS Kartasura Ricuh

Pimpinan YWRSIS Ditahan, Yarsis Lega

RSIS Kartasura Dalam Masalah, Jumlah Pasien Turun Drastis

Juru bicara YWRSIS Rudiyanto kepada wartawan, Senin (09/01/2017) mengatakan, upaya sudah dilakukan YWRSIS untuk pendampingan dua orang pimpinan YWRSIS Muhammad Djufrie dan Muhammad Amin Romas dengan mengirim tim pengacara. Selain itu juga meminta pengangguhan penahanan kepada penyidik Polda Jawa Tengah. 

"Selasa ((10/1)-red) kemungkinan ada jadwal pelimpahan berkas kasus dan dua orang (Muhammad Djufrie dan Muhammad Amin Romas-red). Kami sudah mengajukan penangguhan penahanan tapi belum direspon. Kami jelas meminta penangguhan penahanan karena Muhammad Djufrie dan Muhammad Amin Romas sudah berusia lanjut," ujar Rudiyanto.

Dia memastikan ondisi rumah sakit (Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Pabelan, Kartasura, Sukoharjo-red) masih berjalan normal. Terkait adanya surat pembatalan dari Badan Wakaf Indonesia Jawa Tengah terkait objek gugatan dan sertifikat wakaf yang diajukan penggugat Muhammad Djufrie dan Muhammad Amin Romas tidak terdaftar di Kantor Badan Pertanahan Nasional Banjarsari Solo, dijelaskannya YWRSIS tetap bersikukuh. Salah satunya dengan mengajukan gugatan ke PTUN terkait putusan BWI Jawa Tengah.

Juru bicara sekaligus Ketua Pengawas Yarsis As’ad mengatakan, Yarsis tetap meminta penuntasan kasus. Proses hukum harus terus berjalan dan menunggu pelimpahan berkas dari penyidik Polda Jawa Tengah ke Kejati. “Kami juga akan memantau proses persidangan di pengadilan agar masalah bisa segera selesai,” ujar As’ad. (Mam) 

Tulis Komentar Anda