Pemerintah Desa Gumpang Periksa Kondisi Pintu Air

Kepala Desa Gumpang Kecamatan Kartasura Dwi Mogol Nuryanto menunjukan pintu saluran air rusak yang akan segera diperbaiki. (Foto : Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Pengecekan dengan mendatangi langsung semua drainase dan pintu saluran air dilakukan oleh Pemerintah Desa Gumpang Kecamatan Kartasura. Hal itu dilakukan karena kondisinya sekarang banyak ditemukan kerusakan parah karena termakan usia. Perbaikan dilakukan tidak hanya untuk kepentingan warga agar terhindar dari banjir namun juga mengamankan pasokan air petani.

Kepala Desa Gumpang Kecamatan Kartasura, Dwi Mogol Nuryanto mengatakan, pengecekan semua drainase dan pintu saluran air sudah dilakukan bersama dengan perangkat desa, tokoh masyarakat dan RT/RW. Mereka sengaja dilibatkan semua untuk bersama melakukan pengecekan mengenai kondisi drainase dan pintu saluran air.

Hasilnya diketahui kondisi drainase mengalami sedimentasi parah karena terdapat tumpukan pasir dan sampah. Selain itu beberapa talud juga rusak karena ambrol tergerus air. Kerusakan juga ditemukan pada pintu saluran air karena termakan usia. Sebab kayu yang dipakai sebagai penahan dan penompang besi sudah lapuk.

“Hasil dari inspeksi mendadak (sidak) atau pengecekan langsung ke lapangan dengan semua pihak ini dilakukan untuk mengetahui kondisi riil drainase dan pintu saluran air. Semua didata termasuk kerusakan akan dimusyawarahkan bersama dalam Musrenbangdes,” ujar Mogol kepada KRjogja.com, Senin (09/01/2017).

Penanganan terhadap kondisi drainase dan pintu saluran air sangat mendesak dilakukan perbaikan karena di wilayah Desa Gumpang Kecamatan Kartasura sering terjadi banjir saat hujan dan kekeringan waktu kemarau. Untuk melakukan perbaikan maka diperlukan penghitungan secara matang dan perencanaan.

“Tujuanya agar kondisi drainase dan pintu saluran air bisa segera pulih seperti semula. Kebutuhan biaya untuk perbaikan semuanya dari drainase dan pintu saluran air sangat besar,” lanjutnya.

Dalam pengecekan drainase dan pintu saluran air pihak desa juga menemukan sejumlah temuan. Seperti adanya saluran air yang sekarang sudah dialihfungsikan sebagai sawah untuk ditanami padi dan perkebunan tebu. (Mam)

Tulis Komentar Anda