43.000 Media Online yang Diduga Gadungan Segera 'Dihapus'

Ilustrasi. (Foto: Doc)

JAKARTA (KRjogja.com) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menegaskan setidaknya ada sekitar 43 ribu situs web yang diduga media online gadungan. Keberadaan media online abal-abal itu pun kini tengah diincar Kemkominfo untuk ditindaklanjuti.

Sebagaimana disampaikan Semuel Abrijani Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, ribuan media online gadungan ini tersebar di seluruh Indonesia.

Pengelola media online gadungan tersebut mengklaim, media buatannya merupakan bagian dari produk jurnalistik.

“43 ribu media gadungan ini masih aktif, kebanyakan dari daerah-daerah, jadi nggak hanya berpusat di Jakarta dan pulau Jawa,” kata Semuel Senin (9/1/2017) melalui keterangannya.

“Keberadaan media ini bisa berisiko membahayakan legalistas industri media, bahkan bisa mencoreng fungsi dari pers sebagai pilar keempat demokrasi. Mau tak mau harus kami tindaklanjuti,” ia meneruskan.

Seperti diwartakan sebelumnya, Semuel yang mewakili Kemkominfo mengatakan bahwa pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dewan Pers untuk menggodok strategi agar dapat menetapkan sistem yang akan bertugas memblokir media online gadungan.

“Nanti kami akan godok bareng-bareng strategi dan sistemnya seperti apa. Rencananya, 11 Januari kami akan umumkan,” jawabnya.(*)

Tulis Komentar Anda