Mahasiswa Asing Ini Belajar Banjir di Sangkrah Solo

Ilustrasi. (Foto: Doc)

SOLO (KRjogja.com) - Kampung Sangkrah Solo yang rawan banjir menarik minat Youke Galema (20), mahasiswa Applied Science of Rotterdam University untuk melakukan riset. Dari situ ia mampu menyusun model penanggulangan banjir sekaligus teknologi untuk membersihkan sungai dari sampah.

Youke melakukan riset selama lima bulan. Untuk mengatasi banjir di daerah permukiman ia ingin wilayah sempadan sungai menjadi tempat penampungan air yang memanjang. Dengan adanya embung atau storage water, maka ketika Bengawan Solo meluap hingga ketinggian 6 meter, air di Sangkrah tidak masuk ke kawasan pemukiman.

Setidaknya selama tiga hari kawasan pemukiman bisa bebas banjir. Menurut Youke, teknologi semacam merupakan penerapan  yang serupa dilakukan di Belanda. Di sana, ada teknologi supaya air laut tak menggenangi daratan Dalam desainnya ia merancang penampungan air sepanjang 200 meter dan sepanjang 300 meter dengan kedalaman 20 meter yang masing-masing berkapasitas 7.615 m3 dan 11.422 m3.

"Kedua penampungan tersebut kami perhitungkan bisa menampung air limpasan Bengawan Solo sebanyak 19.037 m3," kata Youke kepada Wartawan, Minggu (8/1/2017). Untuk mengatasi banjir ia juga mengusulkan peninggian tanggul Bengawan Solo. Selain itu merelokasi rumah warga dalam radius tiga meter dari sempadan sungai.

Untuk mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di pintu air Demangan, Youke mengusulkan pembuatan sudetan yang dilengkapi penyaring sampah. Sampah di permukaan sungai akan mengalir ke sudetan dan masuk ke penyaringan sehingga sampah tak memenuhi sungai.

Sementara Dr Eng Kusumaningdyah NH ST MT dari Fakultas Teknik UNS  berharap riset di atas bisa memberikan manfaat terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. (Qom)

Tulis Komentar Anda