Puluhan Warga Kehilangan Tanah

Sungai Oya Hampir 'Memakan' Jalan dan Makam

Lahan warga hilang setelah terkikis aliran Sungai Oya. (Foto: Sukro R)

BANTUL (KRjogja.com) - Puluhan warga di Dusun Jetis Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Bantul kehilangan tanah setelah lenyap tergerus aliran Sungai Oya. Meski peristiwa tersebut oleh warga sebagai musibah, namun hingga kini pemerintah belum mengambil tindakan pencegahan. Sementara aliran sungai kini makin dekat dengan jalan dan fasilitas umum seperti pemakaman.  Sekarang kehadiran peran pemerintah benar-benar ditunggu untuk meredam kepanikan yang selama ini menghantui warga.

Kepala Dusun Jetis Desa Selopamioro Imogiri,  Etik Yuniarti SPd Minggu (8/1/2017) mengungkapkan,  di wilayahnya sekitar 50 orang kehilangan tanahnya akibat banjir. "Dari jumlah itu sebagian sudah bersertifikat serta, termasuk  tanah pelungguh untuk pamong juga ikut hilang," ujarnya.

Setiap Sungai Oya banjir dipastikan akan ada tanah warganya hilang digerus air. "Kita sudah prediksi, begitu banjir datang tanah akan tergerus dan hilang, bahkan pamakaman  dan jalan juga sudah terancam,"  katanya.

Etik berharap permasalahan hilangnya tanah ditepi sungai ada penyelesiaan agar warga tidak makin dirugikan. Banyaknya tanah yang hilang itu ditengarai  akibat pemasangan krib atau bronjong di sisi utara sungai tidak tepat.  

Sementara tokoh masyarakat Dusun Jetis Selopamioro, Subiyanto mengatakan, aliran sungai sekarang ini jika dibiarkan lambat laun mengancam permukiman warga. "Bahkan khusus di RT 02 banyak lahan bersertifikat sudah hilang terkena gara-gara itu," jelasnya.  Terkikisnya lahan ditepian sungai Oya, sudah terjadi bertahun tahun. (Roy)

 

Tulis Komentar Anda