Sebagian Konsumen Pertalite Beralih ke Premium

Istimewa

CILACAP (KR) - Terpautnya harga Rp 700/liter antara harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis premium dengan harga BBM non subsidi jenis pertalite, berdampak sebagian masyarakat atau konsumen kembali beralih premium. Kondisi tersebut diperkirakan menimbulkan kerawanan sosial, terutama terkait stok premium di sejumlah stasiun pengisian bahan umum (SPBU) terbatas.

"Situasi ini mendorong kami melakukan pemantauan penjualan premium ke SPBU di wilayah Kabupaten Cilacap setelah kenaikan harga BBM non Subsidi yang dimulai Kamis (5/1),” ujar Kapolres Cilacap AKBPYudo Hermanto SIK melalui Kasubbag Humas AKP Bintoro Wasono SH, Sabtu (7/1).

Menurut Bintoro Wasono, berdasar penjelasan Senior Sales Executive Retail PT Pertamina TBBM Maos Cilacap Warih Wibowo, dinyatakan stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Maos masih aman. Karena dengan stok premium sebanyak 7.403 kilo liter (KL) dinyatakan mencukupi 6.5 hari ke depan. Begitu pula dengan stok solar yang mencapai 7.190 KL dinyatakan mencukupi pula 5 hari ke depan. 

Selama ini, TBBM Maos menyuplai kebutuhan BBM di sejumlah SPBU yang berada pada tujuh Kabupaten, meliputi Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Brebes serta enam SPBU yang ada di Kabupaten Tegal, dengan menggunakan 67 armada
truk tangki.  (Mak)

Tulis Komentar Anda