Anggaran Pendidikan Dipangkas Rp 14 M

YOGYA (KRjogja.com) - Adanya kebijakan pemangkasan anggaran pendidikan di Kota Yogya pada tahun 2017 yang mencapai Rp 14 miliar. Kondisi ini tidak boleh mempengaruhi kualitas pendidikan. Supaya pemangkasan itu tidak sampai mempengaruhi kualitas, penganggaran harus dibuat dengan skala prioritas.

Prioritas utama adalah yang berhubungan langsung dengan kualitas pembelajaran. Misalnya kebutuhan-kebutuhan proses belajar-mengajar wajib dipenuhi.

"Pemangkasan secara tak langsung sebagai dampak adanya alih kelola SMA/ SMK ke provinsi. Jujur saya belum tahu hitungan-hitungan detailnya seperti apa. Tapi sebagai pengurus dewan pendidikan, saya berharap pemangkasan ini tidak boleh menjadikan kualitas pendidikan jadi turun, sebaliknya harus naik," harap Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogya, Dr Ariswan, Jumat (06/01/2017).

Pengamat pendidikan dari UNY itu mengungkapkan, jika komponen yang dipangkas itu berkaitan dengan sarana prasarana (Sarpras) perjalanan dinas dan jaminan pendidikan, maka tidak perlu harus mempengaruhi kualitas pendidikan di Kota Yogya yang identik dengan Kota Pendidikan.

Walaupun ia menyadari untuk mewujudkan hal itu bukan sesuatu hal yang mudah. Oleh karenanya, semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pendidikan harus proaktif. "Salah satu cara untuk menjaga kualitas pendidikan di Yogyakarta bisa dilakukan dengan merevitalisasi kelompok-kelompok berbasis kota/kabupaten dengan mewajibkan guru terlibat aktif dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dari situ diharapkan guru bisa terus belajar dengan sesama guru," terang Ariswan.

Lebih lanjut Ariswan menambahkan, adanya pemangkasan anggaran yang cukup besar (Rp 14 miliar), menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Pendidikan Kota Yogya. Dalam menyikapi kondisi tersebut, tidak ada salahnya jika dinas bisa bisa merevitalisasi peran komite dan dewan pendidikan agar peran keduanya memberikan penguatan pada kebutuhan sekolah. "Prinsipnya adalah harus ada inovasi kebijakan, sehingga meskipun anggaran itu berkurang kualitas pendidikan tetap harus meningkat," tegas Ariswan. (Ria)

Tulis Komentar Anda