2017, Momentum Musik Reggae Bangkit Kembali

Ilustrasi

GELORA musik reggae yang sempat booming di Yogyakarta era 2000an diharapkan bisa bangkit lagi di kurun 2017 ini. Pasalnya, amunisi grup yang mengiblat ke musik rastafara tersebut cukup banyak di Yogyakarta. Bahkan Yogya memiliki wadah komunitas reggae, Indonesia Reggae Community (IRC) yang eksistensinya cukup dikenal secara nasional.

"Harus bisa eksis lagi. Ada peluang. Tinggal bagaimana mengelola dan mengemasnya," tutur salah satu dedengkot reggae Yogyakarta, Zulianto 'Tower' kepada KR, Jumat (6/1).

Menurut pria yang pernah gabung di grup reggae Djaloer Pitoe tersebut, memang event reggae kurun waktu beberapa tahun terakhir tidak semeriah sebelumnya. Bahkan cenderung minim dan hampir tidak pernah terdengar gemanya. Namun bukan berarti komunitas reggae vakum.

"Tetap ada gerakan di bawah. Komunitas tetap solid. Hanya saja ruang lingkupnya lebih terbatas," ucap Tower.

Sejumlah tempat juga dikatakan masih menampung komunitas dan band reggae untuk tampil. Kondisi ini cukup membantu eksistensi band yang mengusung musik Jamaica tersebut untuk mampu bertahan. "Dunia reggae bukan untuk bicara industri atau keuntungan. Tapi persahabatan, karya, loyalitas. Sebab ketika hanya melulu soal industri dan keuntungan, justru kecewa yang diperoleh," sebut pria yang pernah memimpin IRC ini.

Hal senada dikatakan pula Sukrisnanto yang pernah mengawal IRC belum lama ini. Menurut pria yang akrab disapa Christo ini, butuh event besar musik reggae seperti sebelumnya untuk menggugah ingatan kejayaan musik yang dikenal dengan goyang woo..yooo.. ini.

"Keberanian untuk menggelar pentas musik reggae skala besar bisa jadi acuan. Buktinya saat ada event belum lama lalu juga sukses. Sebab anak reggae punya loyalitas tinggi," lanjutnya.

Sehingga diharapkan pada 2017 ini akan lahir pentas musik reggae yang cukup besar. Dengan begitu akan mampu mengangkat lagi potensi reggae sebagai salah satu ragam kekayaan musik Yogyakarta dan nusantara. (R-7)

Tulis Komentar Anda