Tukang Plat Nekad Mencuri Demi Susu Si Buah Hati

Tersangka menjalani pemeriksaan di Polsek Kasihan Bantul. Foto: Sukro Riyadi.

BANTUL (KRogja.com) - Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan  tersangka Fp (23) warga Bumijo Jetis Yogyakarta benar-benar membuat orang bergidik. Bagaimana tidak dalam kurun Juli-Desember 2016, tersangka mengaku sudah 33 kali membobol rumah di Kasihan Bantul. Sementara hasil dari kejahatannya itu dimanfaatkan untuk memenuhi susu anaknya dan kebutuhan hidup.

 

Kapolsek Kasihan Kompol Supardi SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Kasihan Bantul, AKP Endro Prasetyandoko SH, Jumat (6/1) mengungkapkan, setelah mendapat laporan adanya kasus curat disejumlah lokasi di Kasihan Bantul. Petugas  intensif memeriksa sejumlah saksi, termasuk pemilik rumah. Dengan bekal keterangan saksi-saksi itulah polisi terus bergerak dilapangan untuk mengungkap dalang dibalik aksi curat tersebut. Supardi mengungkapkan setelah menyelidiki dilapangan, kecurigaan mengarah kepada pelaku.

Dalam tempo singkat petugas menyergap tersangka di rumahnya dan langsung digelandang ke Polsek Kasihan Bantul. Dalam pemeriksaan itu Fp menyebut  seseorang berinisial  Mk yang kini jadi DPO polisi. Dari tangan Fp polisi menyita barang bukti flash disk, kartu PGRI. “Tersangka ini kesehariannya buka jasa pembuatan plat nomor polisi  di daerah Pingit, ketika tidak punya uang langsung gerak mencari target,” jelasnya.

Modus operandinya dengan keliling daerah Kasihan, jika melihat rumah terlihat sepi langsung dimasuki. Sementara Fp mengatakan, tindakan mencuri karena faktor ekonomi. Selama ini pekerjaannya sebagai jasa pembuatan plat nomor polisi dirasa sangat kecil. Sementara sebagai orangtua juga dituntut memenuhi kebutuhan susu anaknya.  

Dijelaskan, setiap menjalankan aksinya bekerja sendiri dengan keliling wilayah. “Tidak ada target, muter saja  ketika ada kesempatan baru masuk, semua barang yang bisa dijual kami ambil,” jelasnya. Lelaki yang sebelumnya pernah dipenjara ini mengungkapkan, tindakannya mencuri karena faktor ekonomi. (Roy)

 

Tulis Komentar Anda