Trojan Perbankan Android Tebar Ancaman

Ilustrasi. (Foto : Dok)

JAKARTA (KRjogja.com) - Pengembang malware terus mengembangkan metode serangan cyber dengan berbagai cara, seperti pergerakan yang belakangan mulai terjadi di dunia bawah tanah. Di mana trojan perbankan android menjadi satu paket dengan fitur ransomware untuk menutup akses pengguna ke perangkat mereka sekaligus mengenkripsi data untuk mendapat keuntungan ganda.

Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh menuturkan, ransomware berperan sebagai sistem monetisasi sekunder, dengan fokus utama mendapat keuntungan dari kredensial yang dicuri, dan di satu sisi masih bisa mendapat uang tambahan dari hasil memeras korban dengan ransomware. Apabila trojan perbankan gagal dalam mengumpulkan login atau rincian kartu kredit, mereka masih punya rencana cadangan dengan memanfaatkan ransomware sebagai ganti pendulang uang.

“Alasan lain yang lebih berbahaya adalah saat ransomware mulai mengunci layar ponsel, yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian pemilik ponsel agar sibuk berupaya membuka layar. Di belakang layar pelaku melakukan transaksi penipuan menguras isi rekening bank korban,” ujarnya.

Dia menuturkan, trojan perbankan android bukan barang baru di dunia kejahatan cyber di Indonesia. Aplikasi sejumlah bank di Indonesia sempat diduplikasi oleh penjahat cyber untuk mengelabui pengguna mobile atau memanfaatkan malware untuk menyusup masuk ke dalam sistem operasi ponsel dan komputer untuk melakukan aktivitas cyber berbahaya. (*)

Tulis Komentar Anda