Lain Dunia

Hii...Dipeseni Ayam Bakar Gosong Penghuni Gedung Bioskop 'Kobong'

Foto: Merapi

PULUHAN tahun  berjualan  ayam  bakar, Barjo (sebut saja demikian) sudah mengalami   pahit   manisnya   kehidupan. Berbagai pengalaman suka duka menjadi pengusaha pun sudah dialaminya. Mulai dari ditipu rekan bisnisnya hingga uang tagihan yang dilarikan orang kepercayaannya. Bahkan ia pernah mengalami peristiwa misterius.

”Saat itu sekitar tahun 80-an. Saya baru saja memulai usaha ayam bakar ini. Itulah awal saya berbisnis makanan. Saya pikir, mau usaha apa ya setelah saya di PHK,” kenangnya suatu kali. ”Lalu  saya  pikir pikir,  usaha  yang  paling menguntungkan adalah makanan. Tapi, mau jualan apa ya, yang unik dan belum banyak saingan? Kalau pecel lele, nasi goreng atau mie jawa sudah banyak. Yang jarang, ayam bakar. Apalagi istri saya pintar masak. Ayam bakar nya enak,” pikirnya.

Setelah dipikir berulang-ulang, ”Akhirnya saya nekad juga. Daripada uang pesangon saya habis mending saya gunakan untuk usaha saja.” Begitu keputusannya. Hari itu adalah hari pertama ia membuka warung ayam bakarnya. ”Saya buka mulai sore hingga malam hari. Ndilalah hari pertama buka pas hujan deras. Seharian dagangan saya belum laku satu ekor pun.

Awalnya saya gak berani kulakan banyak-banyak. Saya bikin 20 ekor saja.” katanya. ”Seharian saya menunggu gak ada satu orang pun yang  datang.  Mungkin  karena  masih  baru, orang-orang  belum  tahu.  Apalagi  hujan  deras,hawanya dingin. Lama-lama saya ngantuk juga,” lanjutnya.

Di  tengah  hujan  deras,  tiba-tiba  ada  suara perempuan  membangunkan  tidurnya.  ”Pak, saya pesan ayamnya dua puluh.” Seketika Barjo langsung bangkit dari tidur. ”Boleh, boleh!” serunya sambil beranjak keluar menemui pembeli-
nya. Barjo girang bukan alang kepalang. ”Seorang perempuan pesan 20 ekor?” pikirnya nyap nyap.  Perempuan  itu  duduk  di  meja  makan. Menghadap ke luar, membelakangi Barjo.

Dengan  semangat,  Barjo  segera  bertanya,”Ayam goreng atau ayam bakar, Mbak?”Sambil menoleh ke arah Barjo, si mbak itu
menjawab, ”Ayam gosong seperti saya.” Melihat wajahnya,  Barjo  langsung  njondhil.  Dadanya sar-saran. Tangannya gemetaran. Dan celana di bawah ritslitingnya basah. Kepuyuh-puyuh. Kenapa? Ternyata wajah wanita itu gosong porong! Brajo langsung nggeblak!

Menurut cerita orang-orang, ternyata beberapa  waktu  lalu  gedung  bioskop  di  seberang warung ayam bakarnya terbakar. Dan banyak sekali korbannya. Pada gosong. Jadi korban-korban kebakaran itu sering menampakkan diri di sekitar gedung bioskop itu. (Merapi)

Tulis Komentar Anda