Tiger Paw Siap Cabik Panggung Rock

Tiger Paw, trio pengibar panji rock. (SWADESTA ARIA WASESA)

YOGYA adalah salah satu kota yang menghasilkan banyak band rock papan atas. Tahun 80-90an, Yogyakarta membuat Surabaya, kota yang disebut-disebut sebagai Ibu Kota Rock Indonesia bergidik dengan kemunculan para rocker berbahaya. Ada Roland, Partha Putri, Casanova yang berjaya di tahun 80-an. Lalu muncul gerakkan Jogja Corpsegrinder yang melahirkan kecadasan bermusik di tangan Death Vomit, Legion Lost (yang kemudian Mystis), Mortal Scream, Sabotage, Something Wrong, Brutal Corps, Mock Me Not, Kowena, dan tentu saja Blackboots di era 90.

Jelang tahun 2000-an, atmosfer rock di Yogyakarta masih menyengat dan meluas. Ada Sangkakala, Kiki & The Klan, LaQuena, Jamphe Johnson, dan banyak lagi lainnya. Kemunculan mereka adalah efek domino dari invasi musik Yogya setelah banyak Pop Rock masuk label dan mengguncang industri musik. Perubahan zaman yang berbanding lurus dengan cara dan kesukaan anak muda mendengar musik tak membuat tensi rock di Yogya turun. Seperti sekarang, saat Folk tengah naik daun, rock masih jadi banyak pilihan dalam membuat karya.

Seperti halnya Tiger Paw yang baru terbentuk akhir 2016 kemarin. Kesejarahan panjang Yogya yang melahirkan banyak rocker  jenius yang sudah diakui membuat Brande El Tigre (vokal) bersama duo gitar Farid Silol dan John tak ragu membawa skena ini di tengah bingar panggung folk di Yogyakarta. Menganut Speed Rock, ketiganya membawa semangat band-band cadas 90-an ke tengah masyarakat. Riff gitar padat dan meliar ala Judas Priest dengan teknik pembagian ruang lagu Iron Maiden terdengar nikmat dengan lengkingan Brande dalam karya pertama yang akan diluncurkan bersamaan dengan album mini akhir Januari nanti.

"Mereka membawa semangat metal lama. Ada rasa Hellowen dan Iron Maiden," puji Agus Roy, drummer Death Vomit ketika dimintai komentarnya soal karya perdana mereka.

Saat ini Tiger Paw sudah menyelesaikan rekaman untuk album mini. Brande mengatakan bahwa personel Tiger Pow menyukai musik Rock dan gerah berkarya di scene musik itu. Brande juga menjanjikan aksi panggung menghentak usai menyelesaikan album. "Sekarang sisa menunggu mastering dan habis itu langsung kami sebar. Kami janji karya kami ini berkualitas dan akan mengguncang panggung di Yogya," janjinya.(Des)

 

Tulis Komentar Anda