Soropadan Jadi Agro Wisata Kelengkeng

Eko Purwanto didampingi Kades Tawangsari, Sigit Susetyo menanam benih kelengkeng. (Foto : Agussutata)

KULONPROGO (KRjogja.com) - Soropadan, Desa Tawangsari menjadi kawasan agro wisata buah kelengkeng. Sebanyak 4.000 batang benih tanaman kelengkeng ditanam di kawasan ini. Setelah bandara internasional Kulonprogo beroperasional agro wisata buah Soropadan akan banyak dikunjungi wisatawan.

Kepala Desa (Kades) Tawangsari, Sigit Susetyo menyampaikan hal tersebut pada acara penanaman benih kelengkeng massal oleh Kelompok Tani Margi Rahayu di atas areal lahan pertanian duwuran, di Pedukuhan Soropadan, kemarin.

Acara penanaman benih kelengkeng dihadiri Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan (KP4K) Kulonprogo, Maman Sugiri, Kepala Bidang Tanaman Hortikultura, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kulonprogo, Eko Purwanto dan unsur Muspika Kecamatan Pengasih.

”Di Soropadan akan difokuskan menjadi pertanian tanaman buah kelengkeng. Sebagai daerah penyangga pembangunan bandara internasional di Temon. Menjadikan kawasan agro wisata buah, harapannya mampu meningkatkan perekonomian warga,” jelas Sigit Susetyo.

Menurutnya, sekitar tahun 2012 tanaman kelengkeng mulai dibudidayakan di Soropadan. Setiap tahun sejak itu jumlah tanaman terus bertambah. Tanaman kelengkeng di kawasan agro wisata buah hingga saat ini sekitar 4.000 batang.

Sebagian budidaya tanaman kelengkeng di lahan pertanian duwuran sudah berproduksi dan dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Warga sudah ada yang menanam di sela-sela kebun jeruk sebagai pengganti setelah tanaman tidak produktif. ”Anggota kelompok tani tahun ini menambah menanam benih 1.000 batang,” katanya.

Eko Purwanto menjelaskan kelompok tani yang menjadikan Soropadan sebagai kawasan agro wisata buah kelengkeng, sejalan dengan program pertanian dikembangkan sejak 2010 lalu. Pembangunan pertanian hortikultura satu komoditas di satu kawasan.

Menurutnya, ada kelebihan dan kekurangan untuk mengembangkan pertanian dalam satu kawasan. Pemerintah memberikan dukungan terhadap kelompok tani yang berupaya mengembangkan pertanian satu komoditas di satu kawasan.

Salah satu contoh kelompok tani di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang dinilai telah berhasil mengembangkan kawasan tanaman durian di areal seluas sekitar 100 hektare (ha). ”Kami yakin Desa Tawangsari dapat berhasil menjadikan Soropadan menjadi kawasan agro wisata buah. Seperti di Banjaroya, benih durian yang ditanam di 2012 lalu sudah mulai berbunga,” jelas Eko Purwanto. (Ras)

Tulis Komentar Anda