Bangunan Illegal Marak, Pantai Glagah Rawan Prostitusi

Ilustrasi

TEMON (KRjogja.com) – Kendati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo telah mengeluarkan larangan, tapi masih ada warga yang nekat mendirikan bangunan <I>illegal<P> di sempadan pantai kawasan objek wisata Pantai Glagah, Kecamatan Temon. Terhadap maraknya bangunan tersebut warga pun khawatir akan menjadi tempat prostitusi terselubung.

 

Kuat dugaan bangunan tersebut didirikan oleh sejumlah oknum warga pasca proses pembayaran ganti kerugian lahan selesai. Lokasinya berada di sebelah selatan calon lokasi bandara. Beredar informasi ada pihak-pihak tertentu nekad memperjualbelikan lahan yang merupkan Paku Alam Ground (PAG). “Saya baru saja pulang umroh dan kaget melihat banyak bangunan berdiri meski ada papan larangan,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Permata Pantai Glagah, Sumantoyo, Selasa (3/1).

Hingga saat ini dirinya tidak tahu siapa yang membangun dan pemilik bangunan tersebut. Apalagi selama ini pokdarwis juga tidak pernah diajak bicara. Sayangnya pemerintah yang sejak awal sudah memasang papan larangan juga tidak merespon. Bahkan beberapa bangunan itu sudah jadi dan dihuni.

Dijelaskan, kehadiran bangunan yang terkesan semrawut itu nanti justru akan mencoreng perwajahan objek wisata Pantai Glagah. Bangunan didirikan ala kadarnya dan jaraknya tidak lebih dari 50 meter dari bibir pantai.

Sekda Kulonprogo Ir RM Astungkoro berjanji akan segera mensikapi bangunan illegal tersebut. Secara aspek legalitas jelas melanggar karaena pemkab juga sudah memasang papan larangan. Untuk itulah mereka akan rapat koordinasi dan bersikap tegas. “Jangan sampai jadi tempat prostitusi dan kami akan tangani,” tuturnya. (Rul)

 

Tulis Komentar Anda