"Mas Parono Sayang" Semarakkan Campursari Yogya

Wednes Mandra saat pentas (ISTIMEWA)

MUSISI sejuta proyek asal Yogyakarta, Wednes Mandra, kembali menelurkan karya di awal 2017 ini. Berbeda seperti proyek-proyek musiknya lima tahun belakang, Wednes, mencoba mengusung campursari dengan merilis single berjudul "Njajal Hati". Bersama Gondhez Pleret dan Bogie, Wednes pun sudah meluncurkan video klip berlirik ke laman Youtube akhir tahun 2016 kemarin.

"Mas Gondhez yang bikin musiknya dan Bogie yang bikin lirik. Aku yang penting senang berkarya apapun, tidak dibatasi genre atau apapun. Campursari juga musiknya semua masyarakat jadi aku senang banget bisa terlibat dalam proyek ini," kata Wednes, Minggu (1/12/2016).

Wednes sendiri tergabung bersama band folk Rabu. Tahun 2014, album perdana Rabu "Renjana" masuk jadi 10 besar album terbaik Indonesia. Tak puas berkarya dengan Rabu, dirinya kembali membuat proyek musik ekperimental bersama A-Tseng Fikrey & The Ladies dan menghasilkan satu album "Sasa Bagara Malas-Malas" 2016 kemarin. Dia juga terlibat proyek radio swadesi di Pleret, Bantul. "Apapun itu karyanya yang penting aku <I>happy<P> saja dan jujur. Responnya positif sih sama itu lagu banyak yang kaget juga sama video klipnya yang lucu," sambung Wednes.

Video klip campursari "Mas Parano Sayang" diambil di Jepang. Isinya tentang perjalanan Wednes ke Jepang bersama keluarga. "Njajah Ati" mengisahkan tentang Wednes yang jauh-jauh datang ke Jepang menjemput pujaan hati. Saat bertemu dengan orang yang disukainya. "Ceritanya sih jauh-jauh datang ke Jepang buat nembak cewek. Udah percaya diri nih bakal diterima eh tahunya ditolak terus mau dibacok sama itu cewek. Sesederhana itu saja tema lagunya," beber Wednes. (Des)

 

Tulis Komentar Anda