Segarnya Kolam Renang Alami di Dewita Grogol

Lokasi outbond dan kolam renang alami di Grogol. (Foto: Sulistyanto)

TERTARIK berwisata dengan suasana adem-ayem khas pedesaan? Salah satunya dapat berkunjung ke Desa Wisata (Dewita) Grogol Seyegan Sleman. Kawasan ini dikenal mempunyai berbagai potensi wisata seperti kesenian tradisional, petilasan Sunan Kalijaga sampai keindahan alam khas pedesaan.

Berada di pinggir timur Dewita Grogol sejak 2001 silam sudah dibangun lokasi outbond, bahkan belasan sumber mata air besar dilestarikan keberadaannya. Beberapa titik mata air dibuat semacam pancuran, bahkan dihubungkan dengan kolam dan ada yang dibuat kolam renang alami. Kolam renang ini diberi nama Sendang Yuyu Kencana, meskipun musim kemarau akan tetap ada airnya.

Sirkulasi air masuk dan keluar sengaja dibuat alami, warna air tetap jernih dan banyak pengunjung, terlebih anak-anak tertarik untuk bisa mandi di Yuyu Kencana. Kedalaman air dibuat tak lebih dari satu meter. Masih ada lagi aliran sungai kecil yang dapat disusuri menggunakan ban dalam mobil. Kian asyik lagi jika menantang arus sembari jalan-jalan di sungai dengan jarak sekitar 500 meter.

"Selain kekhasan wujud kolam renang alami dan aliran sungai, kami juga mempunyai beberapa kolam khusus, antara lain kolam untuk pemancingan, kolam outbond tangkap ikan, permainan jembatan goyang dan kolam permainan lumpur," papar salah satu pengurus Dewita Grogol, Dwi Riyanto, Minggu (01/01/2017).

Selain berasal dari mata air, di beberapa tebing ada juga air mengalir karena limpahan dari sawah, namun air tetap jernih. Sebagian mirip air terjun kecil dan yang ketinggian air terjun sekitar lima meter sering dijadikan lokasi untuk foto-foto alias selfie. Tak kalah menarik, di lokasi ini tersebar gazebo ukuran kecil ( 3 meter x 2,5 meter) berjumlah 10 titik. Ada lagi Gubug Pancasila yang dapat menampung sekitar 50 orang dengan ukuran kisaran 7 meter x 10 meter. Masih dilengkapi juga beberapa titik kamar mandi/kamar kecil, lokasi parkir dan saat ini sedang dibangun bangunan sekretariat Dewita/Pokdarwis. Awalnya bahan bangunan masih menggunakan bambu-bambu.

"Ketika ada rombongan yang ingin menginap, kami pun sudah mempunyai rumah-rumah home stay yang bekerja sama dengan warga sini. Jumlahnya sudah ada 10 lebih dengan kapasitas tamu berbeda-beda," papar Riyanto.

Ditambahkan, berbagai rombongan yang pernah datang ke Grogol, misalnya dari sekolah-sekolah, kampus, instansi pemerintah/swasta dan biasa digunakan sebagai lokasi pertemuan/kopdar. Paket yang ditawarkan pihaknya ada juga suguhan berbagai seni budaya sampai kuliner khas pedesaan tempo dulu. Potensi budaya di Grogol antara lain karawitan, keroncong, cokekan, seni pedalangan, pembuatan wayang kulit, pembuatan gamelan, tarian klasik serta ketoprak.

Kuliner tradisionalnya antara lain dapat memesan nasi megono, nasi kuning, nasi gurih, sayur lodeh, asem, makanan ringan klepon, jadah, krasikan dan nogosari. (Yan)

Tulis Komentar Anda